headset

23.14 Putri Dewayanti 0 Comments

Seringkali kau memanfaatkanku sebagai gaya-gayaan anak muda zaman sekarang. Ah iya, bodiku emang keren sekali.

Tetapi, apa balas budimu? sudah kuupayakan bernyanyi indah membahana di kupingmu. Kau malah memberiku ruang sesak dan berbau.

Hei, Bersihkan KOTORAN telingamu!

0 komentar:

Terbang

22.46 Putri Dewayanti 0 Comments

Alam mulai liar dengan mengeluarkan hujan deras tanpa henti selama hampir satu jam. Sarah melirik jam tangan kemudian bergidik ngeri. Deadline mengumpulkan naskah berita setengah jam lagi, padahal dia harus menempuh perjalanan yang tidak lama.

Akhirnya Sarah memintaku untuk menaunginya dari amukan hujan. Kubiarkan air hujan menusuk kulitku. Aku tak peduli. Yang penting aku melindungi Sarah, dan Sarah memegang erat diriku. Titik.

Seketika si angin datang berhembus hebat. Rasa sakitku semakin terasa dan tak kuasa menahan kombinasi hujan dan angin.

Sarah semakin rapat menggenggamku. Oh, andai aku bisa menggenggamnya juga.

Tubuhnya semakin mengginggil, aku pun menjadi bodoh dan semakin sakit. Ia pun tak sanggup menggenggamku. Terbanglah aku! Mengudara meninggalkan Sarah yang jatuh pingsan di jalan kota. Rasa sakit hilang. Genggaman Sarah tak mencegahku. Aku terbang hingga rongsok.

Selamat tinggal, Sarah! Selamat datang payung yang kedua!

0 komentar: