Gadis Es Krim

12.09 Putri Dewayanti 0 Comments



“Kau mau?” tawarnya sembari menyodorkan sesendok es krim di depanku.

Aku tersenyum simpul melihat gadis di depanku ini. Binar matanya saat melahap es krim menjadi energi potensial yang luar biasa untukku. “Tidak, itu buatmu saja.” 

Mukanya sedikit manyun saat mengetahui aku menolak sodoran es krimnya. Kemudian dia melanjutkan melahap es krim rasa vanilla itu.

Sungguh, aku benar-benar menyukai gadis berambut ikal di depanku. Sudah lama aku memendam perasaan bodoh ini. Perasaan yang kenyataannya tidak akan pernah kuungkapkan sampai kapanpun. Mungkin kalian berpikir aku laki-laki banci yang tidak berani menembak dia. Jangan salah. Sebelumnya, aku telah merencanakan untuk melamar gadis es krimku dengan menyiapkan kejutan di kedai es krim favoritnya ini.

Semua rencana ini tidak ada yag tahu, bahkan Dimas, sahabatku pun tidak kuberi tahu. Aku dan Dimas adalah sahabat yang berbeda prinsip. Prinsipku selalu terencana, sehingga apa yang terjadi adalah sesuai dengan prediksi. Meleset itu pun hanya lima persen. Berbeda dengan Dimas yang cenderung spontanitas. Baginya segala yang spontan itu tantangan.
Tetapi kalian tahu, apa yang direncanakan terkadang kalah dengan apa yang disebut spontanitas. Perencanaan itu terlalu banyak pertimbangan.

Gadis es krimku telah dilamar Dimas.

0 komentar: