Bulan Ramadhan: Surabaya vs Bontang

Marhaban ya ramadhan. Alhamdulillah sebentar lagi kita akan menyambut bulan ramadhan yang penuh berkah. Bulan dimana kita bisa memperbaiki ibadah yang dulu gagal fokus. Aku bersyukur banget bulan ramadhan tahun ini bisa dinikmati bersama keluarga. KELUARGA. Tahun lalu, aku nggak bisa ngerasain enaknya puasa bareng keluarga, lebih-lebih lebaran.

nyobamoto.com

Well, bulan ramadhan tahun kemarin bertepatan dengan aku PKL (Praktik Kerja Lapangan) di PT Badak NGL, Bontang. Sengaja sih waktu yang kuambil dua bulan (kampus ngasih ijinnya maksimal dua bulan). Risiko ambil periode PKL selama itu ya itu tadi, puasa gak bareng keluarga, lebaran sendirian. Terus ya aku mikir, mumpung merantau, kenapa gak dilamain aja sekalian? Toh aku ya pengen tahu sejauh mana aku bisa survive tanpa bantuan keluarga. Awalnya sih niat di Chevron Dumai. Dumai lhooo, di Riau. Eh tapi gak diijinin gegara Riau lagi berasap. Ya sudah deh nyangsang di Bontang. Dan alhamdulillah, aku nggak nyesel PKL di sini.
Oke, kembali ke bulan ramadhan. Kali ini aku pengen nostalgia gimana suka dukanya ngerasain puasa di Bontang jika dibandingkan di Surabaya.


Buka Puasa
Surabaya
Kalo di Surabaya, pastiiii bukanya bareng keluarga kaaan. Ada papa, mama, mas, adek, mbak. Semuanya ngumpul, makan, liat tv, solat. Bukanya pasti di rumah, tak pernah kami buka puasa di luar. Suara adzan kedengeren sampe rumah.
 
Bontang:
 Dari kamarku aku gak denger suara adzan T.T suwediiih. Aku biasanya pantengin LNG TV (TV-nya PT Badak) buat nungguin adzan. Kemudian aku buka puasa di Mess Hall Nam-Nam (Nam-Nam adalah nama mess untuk anak PKL). Oke di sini, buka puasanya ya bareng temen-temen PKL. Buka puasanya empat sehat terlalu sempurna. Aku bisa comot apa saja, secara prasmanan sih. Hih. Bikin gendut kan. Ta'jil disediain, Makanan inti ya ada sup, ayam, ikan, sayur macem-macem. Buah juga disediain. Mau minum susu, teh, kopi, sirup, air putih juga tinggal bikin disediain. Daaaan ada mesin es krim lho. Bisa ambil es krim sesuka hati :D
Kalo dilihat dari menu, memang lebih mantap buka puasa di Bontang ya, tapi apa enaknya sih kalo gak bareng keluarga? 

Solat teraweh
Surabaya:
Solat teraweh bareng mama dan mbak. Kami jalan bareng ke Mushola Al-Muhajirin. Kalo pulang, mesti nunggu papa ketemu di persimpangan jalan. Lalu kami pulang bersama. Nyaaaaaah.

Bontang:
Tentu aja sama temen-temen. Pergi ke masjid naik bis, men! Oke kesannya kami terlihat malas. Jarak mess ke masjid itu kek dari Kampus C ke Gor Bulu tangkis yang deket Galaxy Mall itu. Terkesan jauh kan kalo jalan kaki, tapi keterlaluan dekatnya kalo sampe naik bis. Hahaha.

Sahur
Surabaya:
Aku tipe orang yang gampang tidur, dan susah bangun. Alias ngebo. Kalo sahur, pasti dibangunin mama. Suara mama adalah alarm terbaik. Jadilah aku tak perlu khawatir telat atau gak sahur.

Bontang:
Dibangunin alaaaaareeeeeeeeem. Alarm hp. Kadang gak mempan, akhirnya kesiangan terus gak sahur. Okelah sahur itu hukumnya sunah, tapi kalo puasa wajib kek ramadhan kini kan ya males kalo gak sahur. Aku jomblo pula. Hih. Akhirnya temenku, Tia dan Iva, gak pernah absen gedor pintu kamar dan menyebut namaku sampe aku bangun. Hehehe.

Tadarus:
Surabaya:
jujur aja sih, aku gak pernah tadarus di Surabaya .____.  nakal ya :(

Bontang:
aku tadarus lhoooo :)) biasanya pas nunggu buka dari jam lima sampe setengah tujuh. Oh ya, ini waktu indonesia bagian tengah ya, jadi lebih cepet sejam. Terus lanjut tadarus pas khotbah teraweh. Kenapa tadarus? mungkin ini obat biar gak kangen rumah.

Takbiran
Surabaya:
kagak pernah takbiran, kecuali pas masih jadi santriwati cilik yang cantik. Cuma nonton tv di rumah, atau sibuk chatting ngucapin mohon maaf lahir dan batin.

Bontang:
takbiran dong, keliling Bontang pake mobilnya andik pastinya. Di sini terasa banget feel takbirannya. Setelah takbiran, berhenti buat makan, terus keliling lagi. Dan sampe mess jam setengah satu dini hari. Waktu itu hujan deras.

Idul Fitri
Surabaya:
Hari pertama Idul Fitri kami sekeluarga pulang ke Madura (eits, eyang orang sby kok, cuma tinggal di Madura aja). Semua ngumpul, salam-salaman, ngobrol ngalor-ngidul, makan ini-itu. Ah enak pokoknya. Terus hari kedua, kami sekeluarga unjung-unjung ke rumah tante, om, pakde, dkk sambil makan (lagi). Yah, tradisi yang menyenangkan, apalagi kalo dapet salam tempel. Hehehe

Oke, ini bagian yang aku gak suka. Kami mahasiswa PKL yang gak bisa pulang karena periode PKL belum selesai, mau gak mau ya lebaran di sini. Kami melakukan solat Id di GOR PT Badak bareng karyawan dan keluarganya. Setelah solat Id kami kembali ke mess. Dan apa yang kami lakukan, gaes? Telepon. Ya, sibuk menelepon keluarga. Aku pun demikian. Kami mencari posisi menyendiri dan nyaman untuk komunikasi. Daaan pas aku telepon papa, aku nangis. Suwumpah aku kangen sama laki-laki satu ini. Kemudian hp papa dipindahtangankan ke mama, mas, mbak, kemudian adek. Mereka lebaran bersama tanpa aku :|
 Tapi, lebaran di lingkup PT Badak juga gak kalah enak. Hahaha. Setelah solat Id, GM (General Manager) ngadain open house. Semua boleh bergabung, termasuk kami. Dan selayaknya open house, kami bisa makaaaaaaaaaaaaaaan sepuasnya sampe tumpeh-tumpeh. Jadi, kalo ke sana, perut harus kosong melompong dari makanan berat. 
Setelah puas makan besar, kami memutuskan untuk kembali ke mess. Kami nggak ngerti mau kemana! Dan jadilah aku tidur siang di mess. Oke, ngenes kan, semua orang asyik berkumpul sama keluarga, eh aku malah tidur siang.
Hari kedua lebaran. Kami main golf dan foto-foto. Kurang kerjaan kan. Terus siangnya ke rumah karyawan. Unjung-unjung gitu lah.Ya akhirnya kami berprinsip bahwa karyawan juga keluarga kami. Nyebelinnya hujan, dan gak bawa jas hujan. Jadilah mamel-mamel gitu. Gak ada salam tempel ternyata. Hiks
Oh ya, di tradisi lebaran di Bontang itu unik lho. Tiap rumah, pasti ada cheese cake  dan blackforest. Aku sampe bosen ngeliatnya.

Jadi itulah pengalaman yang aku rasain bulan puasa gak bareng keluarga. Hambar. Tapi ya disyukuri sajalah, toh aku juga menemukan "keluarga" baru di sana :)

Marhaban ya Ramadhan
Mohon maaf lahir dan batin
Happy Fasting :*









Aku menunggumu, gadis fisikaku

Dear, gadis fisika...

Lex I: Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.

Jangan kira aku bisa mengartikan kalimat itu dengan sempurna. Aku payah dalam hal ini. Aku hanya googling "Hukum Newton I" dan kalimat itulah yang keluar. Dan jangan kira aku tertarik dengan fisika, karena aku bukan Newtonian sepertimu. 

Gadis fisika, pernahkah kamu berpikir bahwa tidak bisa melupakanmu termasuk hukum Newton I? Oh ayolah, jangan berpikir seperti yang di buku-buku, yang hanya memberikan contoh klasik orang akan terdorong saat bis mendadak mengerem. Eh maaf, kamu jangan tersinggung ya gadisku. Eh maaf lagi, mantan gadisku.

Itulah yang kurasakan, gadis fisika.
Aku adalah sebuah massa yang tetap dengan kesetiaan konstan tidak bisa melupakanmu. Resultan gaya melupakanmu nol. Aku masih mencintaimu, gadis fisika.

Lucu ya, aku yang tak tahu menahu fisika bisa berpikir seperti ini. Mungkin dirimu lah yang menginspirasi.

Gadis fisika,
Bisakah kita menerapkan hukum Newton III kembali? Saat aku memberikan gaya kepadamu, engkau akan membalasnya dengan besar gaya yang sama. Sama indahnya, sama menggebunya. Mampukah?

Aku menunggumu, gadis fisika(ku).



- Aditya Hadinata -

Surat untuk Papa

Papa...
Hari ini aku sengaja meluangkan waktu sejenak untuk menuliskan surat untuk Papa. Melihat usia Papa yang semakin menua dan rambut yang telah memutih, aku ingin mengungkapkan sesuatu kepadamu, Pa. Oke, dimulai setelah paragraf ini ya, Pa...

Papa...
Sampai dengan detik ini, Papa masih semangat bekerja. Ntah pagi, siang, bahkan tengah malam, Papa tidak capek sama sekali mencari nafkah. Hanya demi kami, keluargamu, bisa tidur nyenyak di kasur yang empuk. Aku masih ingat dulu, aku minta digendong setelah Papa pulang kerja. Rasanya kangen gitu.

Papa...
Meskipun Papa sibuk dengan pekerjaan, Papa selalu meluangkan waktu mengantarku ke sekolah, bahkan sampai aku kuliah. Mungkin terkesan lucu ya, sudah anak kuliahan kok masih diantar Papa. Tapi, inilah trikku supaya bisa menghabiskan waktu bersamamu, Pa. Hehe, maaf ya, Pa. Terkadang aku kasihan melihat Papa yang masih mengantarku ke kampus terus baru berangkat kantor padahal jarak keduanya sangaaat jauh. Anehnya, justru ini yang bikin Papa senang.

"Papa bosan di kantor, mending nganterin kamu aja," kata Papa.

Dan ketika aku membalas, "Aku naik angkot aja, Pa. Papa istirahat aja."

Papa langsung berkata, "Nggak capek. Siang maupun malam, Papa siap nganterin kamu kemana saja. Inget lho ya, hp Papa ini stanby 24 jam. Kamu tinggal telepon Papa."

Ketika Papa berkata seperti itu, sungguh aku ingin nangis, Pa. Papa terlalu baik.

Kebaikanmu tidak cukup sampai di situ, Pa. Aku masih ingat bagaimana caramu mengajarkanku naik sepeda pancal, menyapu dan mengepel rumah, dan kegiatan lainnya. Oh iya lupa, papa tidak mengajariku, lebih tepatnya memberi contoh. Papa tidak pernah menyuruhku, tapi Papa mempraktikkannya, memberi contoh. Sampai aku menyadari bahwa aku harus menirumu, Pa.

Papa...
Akhirnya aku menyadari betapa banyak yang Papa berikan padaku. Terima kasih ya, Pa. Papa adalah laki-laki terbaik yang aku punya.

Dan ketika ada laki-laki lain yang akan menggantikan posisi Papa, Papa jangan bersedih, ya. Aku tahu Papa pasti tidak rela gelar "laki-laki terbaik" akan menjadi milik laki-laki yang baru kukenal. Tapi, Pa, aku yakin, laki-laki ini akan membimbing diriku sama hebatnya sepertimu, Pa. Aku berjanji.

Aku mencintaimu, Papa..


 Putri kecilmu,
- Angsukma Putri Dewayanti - 


ITL 2010: Kalian Berharga Banget :*

Alhamdulillah akhirnya bisa ngeblog lagi setelah sibuk nyekripsi senin sampe jumat. Berhubung saya mahasiswa tingkat dewa eh, akhir maksudku, kali ini saya akan menulis tentang keluarga saya, ITL 2010 :*

Okelah kalo kau tak mengerti ITL itu apa. ITL itu nama jurusan saya, Ilmu dan Teknologi Lingkungan, yes. Ada di Fakultas Sains Teknologi Unair. Jangan gagal paham lagi, ya gaes?!

ITL 2010, sebuah keluarga sederhana, dan menurutku, ini keluarga 'bukan gen' terbaik yang aku punya. Beneran nah! Aku nggak nyangka bakal belajar di sini, bertemu kalian. Well, awalnya aku nggak minat kuliah di sini, maklum bukan keinginan. Waktu itu ngebet banget kuliah di FK UI sih. Hahaha. Tapi Tuhan punya rencana terbaik, bukan? Aku dipertemukan kalian! Kalian lah yang bikin aku survive di sini.

ITL 2010, yang satu angkatan nggak ada rajin-rajinnya (kecuali Amin), punya prestasi yang membanggakan juga kagak, dicap angkatan paling nakal, susah diatur, jarang merhatiin dosen, banyak tingkah, bikin kesel dosen, daaaan masih banyak lagi kekurangan kami.

But, I really don't care...

Jujur ya, kalian itu bisa banget...
bikin aku yang dulunya pendiem dari SD sampe SMA jadi rame n rusak kek gini,
bikin aku ketawa ngakak nan lebar tanpa malu-malu diliat orang,
bikin aku sering pulang malem  (bersama kalian itu berharga banget),
bikin aku teriak terus ngamuk-ngamuk,
bikin harga diriku habis sampe gak ngerti mo beli harga diri dimana lagi
bikin aku ngerasa bodoh, hahaha,
bikin aku ngerasa jadi boss :p

Truly,  kalian itu berharga banget!

Oh ya, deskripsi kalian, ada di gambar ini :)


menggalau selalu: setuju banget kan kalo Mega(lon) juaranya?!
tanding pes + suporter: rama, iju, bang qorik, aan, hangger
menggila: umaaaaaar
syok berat: hahaha romdon dan vegaa syok liat umaar
(yang kek bapak-bapak): ajiiik
bengong: adhaa, meitaa, dan mayaaa
nunggu di kantin: emaak, faay, aniiis (hobinya maem semua nih)
nggosip, ngobrolin artis korea, atau ngobrolin kakak angkatan yg ngganteng2: ya gak ada tandingannya si tiva, tantee, danii, detaa..
tetep belajar broooh: amin dan hanya amin. satu-satunya yg paling rajin di angkatan kami. yg juga lulus duluan
zzz....: hahaha, ini mah aku (aang) dan adaam pastinya. ratu tidur dan raja tidur. baru duduk, lima menit udah pules

oiya, yang namanya nggak kecantum jangan ngambek ya :D
kan di foto orang2annya nggak sebanyak angkatan kita.
makasih ya gaes kalian udah jadi bagian dari perjalanan saya.
dan maaf kalo aku sering bossy ke kalian. hahahaha

Truly,  kalian itu berharga banget!

Tips Biar Gak Nyesel Salah Beli Buku

Sering kali kita salah beli buku gegara asal ambil atau gak paham baca sipnosisnya atau semacamnya. Well, rugi banget kan kalo sampe salah beli, apalagi harga buku sekarang gak kek harga kerupuk. tengok dompet. Oke, kali ini aku kasih tips-tips ketje biar kalian gak salah beli buku. Check this out!


Liat kovernya dong
Sering nggak sih kita denger quote "Don't judge book from its cover"? Menurutku pernyataan itu gak sepenuhnya bener sih. Secara pandangan pertama itu harus terlihat menggoda, menawan, dan dibeli deh. eaa, bahasaku. Logikanya ya, kalian kalo ketemu orang yang kucel, juga ehem, ilfeel gitu kan ya. Sama kek kalian ketemu buku. Bagiku kover menjadi salah satu tips yang patut dipertimbangkan.

Baca sipnosisnya
Ini penting banget nah. Eh tunggu, kalian ngerti sinopsis kan? ditimpuk pembaca. Itu tu tulisan yang ada di belakang kover, semacam kek spoiler dikit gitu. Nah, kalian bisa ngerti bagus dan tidaknya buku dari sinopsis ini. Bisa jadi bagus dan tidaknya sinopsis karena ceritanya bikin inget mantanmu. Atau kamu yang lagi selingkuh. kabur. Atau bisa jadi ceritanya ngena banget sama kamu yang lagi kejebak friendzone terus gagal move on. lari kenceeeng.

Lihat penulisnya
 Kalian tahu nggak siapa penulisnya? penulis pemula atau penulis yang udah punya track record? Tips ini yang sering jadi pertimbanganku. Kalo aku udah ngerti siapa penulisnya, aku langsung ambil tu buku tanpa merhatiin kover, sinopsis, dan harga. Langsung ambil weees. Tau-tau shocking aja pas mbak mas kasir nyebutin total yang mesti aku bayar. nangis.
Kalo kalian nggak ngerti sapa-sapa penulis ketje itu, kalian bisa tanya temen yang hobi baca buku. kek aku gini.

Search info bukunya
 Udah banyak review buku yang hadir di situs internet. Kalian tinggal googling, udah nemu deh buku apa yang kalian cari. Biasanya aku cari info buku di goodreads.com. Isi situsnya lengkap, mulai dari info buku paling update, penulis ketje, dan lain-lain.