#20FactsaboutMe Angsukma Putri Dewayanti

01.36 Putri Dewayanti 0 Comments

Selamat Cantik dan Tampan semuaaaa...
Kali ini aku ikut meramaikan virus endemik yang mewabah di blog dan instagram. What is it? Yap, Menulis #20FactsaboutMe, ntah itu kebiasaan buruk, baik, ataupun konyolmu. Penularannya simpel banget, cukuplah si empunya virus ngetag kamu di media sosial, dan taraaaaa kalian langsung tertular.

Dan aku pun ikut tertular.

Sebelum membaca #20FactsaboutMe, ada baiknya kalian cari posisi enak sambil ongkang-ongkang dan menyeruput espresso. Ahaa, i like this ritual.

And here we gooooo.

#Fact1 - Angsukma Putri Dewayanti
Yes, itu nama lengkapku. Pernah gak sih kalian dengar nama "Angsukma"? Beberapa bilang namaku itu unik (atau aneh kali ya, tapi mereka gak tega bilang gitu). Nama yang umum kan Anggi, Anggita, Angga gitu ya. Tapi namaku Angsukma.

Beberapa nanya begini:
"Angsukma artinya apa sih?"
"Ang? Ada keturunan Cina?" sambil liat mukaku.
"Dewa? Eh orang Bali ya?
-____________-
Itulah respon orang-orang saat aku mengenalkan diri. Lalu bagaimana aku menjawabnya? Dengan mudahnya aku menjawab, "Aku gak tau. Tanya aja sama papa. Papa yang ngasih nama."
Saking seringnya ditanya begitu, aku protes sama papa. "Pa, kenapa namaku 'Angsukma' sih?"
Eh, Papa langsung ngakak. Hasem. Kemudian Papa bercerita.
Papa: "Dulu Papa pengen kasih nama cina ke kamu. Namamu aslinya 'Ang Giok Nio'."
Aku: (buset dah, nama macam pula itu? mau dikata apa muka jawa nama cina)
Papa: Tapi nggak dibolehin sama Mbah. Orang cina minta nama jawa kok ini malah kebalik. Jadinya tinggal "Ang" aja.
Aku: "Terus Ang artinya apa?"
Papa: "Gak tau. Hahahaha."
Aku: (ya ampun) Kalo nama "Dewa" itu? Aku sering dikatain orang bali!
Papa: Nah, itu nama temennya Papa. Temennya Papa orang bali.
Aku: (no komen)

Jadi dari dialog itu aku masih gagal paham apa arti namaku. Sampai pada perayaan imlek, Papa nonton tv perayaan imlek, kemudian memanggilku.
Papa: "Dari kecil kamu suka warna merah kan?"
Aku: "Yes. Kenapa?"
Papa: "Papa habis dengerin ini nih.." (sambil nunjuk tv) "Angpao artinya amplop merah. Pao itu amplop, dan Ang itu artinya.."
Aku: "Merah" (senyum)
Papa: "Papa nggak salah kasih nama kan?"
Aku: "Hahahahaha"

Akhirnya aku---dan papa baru tahu arti namaku saat umurku sudah hampir kepala dua.

#Fact2: Nama panggilan
Masih ada hubungan dengan #Fact1, aku punya banyaak nama panggilan. Sebenarnya nama panggilku yang asli, hasil titah mama papa adalah Puput. Semua keluarga panggil demikian termasuk teman-teman SD, sampai aku beranjak SMP, nama panggilanku langsung bermacam-macam. Waktu SMP ada yang panggil aku Angsukma, Putri, Ang, Sukma. Iseng juga ada yang panggil Dewa. Lalu SMA, dipanggil Eng. Avatar Aang maksudnya. Itu tuh film anak kecil botak yang digadang-gadang punya empat elemen. Dan aku nggak pernah nonton x))

Sampai kuliahpun aku masih dipanggil Eng. Hingga pada akhirnya aku dipanggil Bos, karena kelakuanku yang semena-mena, jahat, tidak berperikehewanan dengan teman-teman. Hahaha *evil*
Tapi, tenang aja. Kalian panggil aku apa aja, aku masih noleh kok. Sekalipun kalian panggil aku Yanti (bahahahak), aku tetep noleh x))

#Fact3: Suka om-om Westlife
Boyband mana yang paling kece selain Westlife hah? Sini-sini kasih tau aku! Nggak ada yang bisa menandingi Westlife sekalipun boyband Korea. Dari kali pertama debut, sekitar tahun 2000 kalo nggak salah, aku udah klepek-klepek sama boyband satu ini. Especially Mark Feehily yang suaranya naudzubillah tenor banget dan cakepnya itu lho. Aku hafal semua liriknya meskipun pada waktu itu aku belum tahu artinya. Ada juga kebiasaan menempel poster Westlife di dinding kamar yang sempat bikin Papa ngamuk-ngamuk karena cat temboknya rusak terkena selotip poster. Akhirnya Papa cat ulang kamar. Kemudian aku tempeli poster lagi. Papa menyerah. Aku ketawa setan.

#Fact4: Tidak bisa lepas dari kaca mata
Minus mata saya sudah ada pada tahap memprihatinkan, jarak pandang saya kalau tidak pakai kaca mata tidak sampai tiga puluh senti. Cukup menyedihkan mengingat saya pakai kaca mata dari SD. Ini semua gara-gara tren PS (Play Station), jadi seharian main tanpa henti dan walhasil, mata saya nambah dua. Saking ketergantungannya dengan benda ini, sering banget tidur pakai kaca mata. Yah, siapa tahu kamu hadir di mimpi, dan gegara tidur tidak pakai kaca mata, aku tidak menyadari keberadaanmu :'))

Hidup aku tanpa kaca mata seperti pecandu narkoba yang lagi sakau. Pernah suatu kali aku mau solat isya, dan kebiasaanku adalah menaruh kaca mata di sajadah. Dan tidak sampai lima menit, kaca mata tidak sengaja diinjak teman.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa...aku buta-butaaa...."
Aku teriak kencang, membabi buta, jongkok sambil menatap naas kaca mata. Yang menginjak lebih syok lagi, karena takut kena marah.

#Fact5: Sleeping in anyway, anytime, and anywhere
Entah ini bisa dibilang anugerah atau tidak. Kenyataannya aku bisa tidur dimana saja, kapan saja, dalam kondisi apa saja. Kebiasaan ini muncul sejak kuliah, saat bosan dengan materi kuliah. Ya bagiku lebih baik tidur di saat kuliah, daripada ramai sendiri. Kan nggak enak ganggu yang lagi serius mengais ilmu. Hahaha. Kenangan yang memalukan adalah aku ketiduran di gor. Bayangkan saja, di saat semua orang ramai sorak-sorai nonton basket, aku malah pulas tidur sambil duduk. Akhirnya saya jadi bahan gosip kakak kelas.
"Nih anak ajaib banget bisa tidur di gor seramai ini."

#Fact6: Tidak suka daging, tapi suka bakso
Oke, alis kalian berkerut kan? Aku memang tidak suka daging. Daging kambing dan sapi. Ah ya, ini semua gegara aku lihat pemotongan hewan kurban waktu TK. Aku melihat sebilah pisau memotong hidup-hidup leher kambing dan sapi. Seketika itu berliter-liter darah jatuh ke tanah. Aku juga lihat si sapi sampai menangis saat lehernya dipotong. Allahu akbar, sejak saat itu aku ogah makan daging, bahkan steak aku juga tidak pernah makan.
Kalian pasti akan bilang, "Astaga Puput! Kamu nggak pernah makan steak? Hampa sekali hidupmu." 
Kenyataannya steak tidak membuatku hampa (tapi kamu yang membuatku hampa). Jadi kalau aku tidak sengaja mengunyah daging, reaksiku bakal pucat, mual, muntah, lalu menangis. Reaksi yang terakhir terjadi kalau rasa dagingnya menguar di lidah dan susah sekali hilang.
Dan sejak saat itu pula, aku tidak terlalu senang ada Idul Adha. Tidak. Tidak. Aku tidak menyalahkan hari raya itu. Hanya saja aku selalu membayangkan kambing dan sapi yang rela mengurbankan dirinya sendiri untuk dimakan manusia. Sejak saat itu aku mengurbankan kenangan setiap Idul Adha. Baiklah, abaikan kalimat terakhir.

#Fact7: Susah menghafal jalan
Ingatanku payah kalau disuruh menghafal jalan. Harus lewat berkali-kali agar aku tahu rutenya, marka jalannya, dan letak polisi berdiri. Yang terakhir ini penting sekali, karena sekali aku lupa jalan yang mengakibatkan menyalahi marka, polisi akan menyemprit dan memberhentikanku. Sebenarnya aku hafal jalan. Misalnya ya aku tahu Jalan Darmo dekat ini, aku tahu Jalan Basuki Rachmat dekat itu, tapi hafal teknis rute dan rambu wah angkat tangan aku.

#Fact8: Perfeksionis
Aku tidak pernah melabeli diri sebagai orang perfeksionis. Sayangnya di sekitarku menganggap demikian. Ah syudahlah. -Life.

#Fact9: On time
Aku tidak suka telat. Seringkali aku buat janji dengan seseorang dan dia datang terlambat. Kalau misal aku buat janji ketemu jam 8 pagi, aku sudah ada di TKP jam 8 kurang, atau kalaupun telat, tidak lebih dari 15 menit. Kalau benar-benar telat aku akan info maksimal satu jam sebelum ketemu. Aku begini karena tidak mau merugikan orang yang aku buat janji. Karena yang tidak bisa kembali itu waktu. Seringkali juga aku dibuat menunggu. Padahal dia yang menentukan jam. Tidak ada info sekalipun. Di-sms, balasnya otw. Ahelaah aku tidak suka balasan itu. Ketika sampai di TKP malah pringisan sambil bilang, "Sori, jam karet
."
Gini ya, kalau buat janji sama aku sekalian dihitung jam karetnya. Anggap saja jam 8 kamu ketemu aku, jam 8 itu harus sudah termasuk perhitungan jam karet. Kalau kalian ngaret samapi jam 9, ya bilang kalau ketemu jam 9, jangan jam 8. Aku tidak bakal telat kok! Aku menghargai waktumu dan kamu menghargai waktuku x))
Kalau kalian telat, biasanya aku langsung pasang muka jutek. Kalau aku sabar menunggu yang telat itu artinya otak lagi korsleting, atau barangkali aku lagi jatuh cinta.

#Fact10: Suka Patrick Banget
Bintang laut, pink, bodoh, dan gendut. Yes, Patrick Star I love it. Astaga, aku nggak bisa berhenti ketawa dan emosi kalau lihat Patrick lagi bertindak bodoh. Kalian pasti menanggapku aneh karena suka yang begitu -_-ya kan?

Kakakku dulu pernah bilang, "Temenku lho ada yang ngatain gini ke kamu 'Ada ya cewek suka Patrick. Dia unik pasti'."

Baahahahaha, aku ketawa.

#Fact11: Buku
Kalau anak Klub Buku baca #Fact11 udah bosan kali ya. Udah mainsteam katanya. Aku memang suka baca buku. Dengan baca buku, kita bisa belajar banyak hal.

Kok deskripsinya makin sedikit ya

#Fact12: Paling suka merepotkan papa
Ini fakta yang paling durhaka. Aku memang suka merepotkan papa. Papa juga pernah bilang suka kalau aku repotkan. Ya sudah, aku beruntung bukan, punya papa sekeren beliau? x))
Dari kecil aku memang lebih dekat sama papa dibanding mama, ah ya entah kenapa ya. Papa itu yang selalu mengajarkan aku kalau anak perempuan harus mandiri (dan aku mulai menangis).
"Puput, jadi anak perempuan itu harus mandiri. Jangan sampai menyusahkan orang lain. Kalaupun menyusahkan orang lain, orang lain itu haruslah Papa."
Begitu katanya.

Rekor paling merepotkan itu saat Papa dengan baik hatinya mau antar jemput aku dari SMP sampai kuliah semester 2. Astaga, Papa tidak pernah mengeluh untuk yang satu ini. Padahal jarak sekolah (SMP dan SMA) dan kampus tidak pernah sejalan dengan kantornya. Jauh sekali. Papa juga tidak pernah menolak kalau aku minta diantar ke suatu tempat.

"Selama tempatnya ada, Papa siap mengantar kamu kemana saja. Ingat ya, hp Papa ini online 24 jam, kamu bisa telepon Papa kapanpun."

Kurang super apaaa papaku ini.

#Fact13: Jogja lovers
Apa-apa yang berkaitan dengan Jogja, aku suka! Jogja itu romantis.

#Fact14: Baru bisa mengendarai motor pas kuliah semester 3
Kalian kaget kan? Di saat yang lain sudah bisa mengendarai motor pas SD, aku? baru pas kuliah semester 3. Itu pun karena terpaksa. Hahaha. Sebenarnya saya penganut lebih baik naik angkot daripada naik kendaraan pribadi. Biar pun lebih mahal dan lama, setidaknya aku bisa mengurangi kemacetan. Yang paling penting, aku bisa tidur. Lagi pula waktu itu aku masih takut mengendarai motor, karena jalur ke rumahku dilewati truk-truk berbagai model yang kalau saja aku tidak awas mengemudi, nantinya jadi...ya begitulah.
Sampai pada akhirnya, aku pengen cari penghasilan sendiri yang mau tidak mau butuh mobilitas yang lebih cepat. Akhirnya aku bisa mengendarai motor.

#Fact15: Tidak suka minum obat
Rasanya pahit seperti mantan dan kenangan.

#Fact16: Tulisanku tidak pernah sama font-nya
Font tulisanku memang sering berubah-ubah tergantung dari jenis bulpen, kertas, dan mood. Kalau kalian lihat buku catatan kuliahku, pasti beda lembar beda font. Entahlah.

aku sudah pegal mengetik T.T

#Fact17: Suka bertindak di luar kendali
Eeeem oke, hal itu terjadi kalau aku lagi kesal, mood tidak beraturan, dan apa-apa yang aku kerjakan tidak sesuai dengan ekspektasi. Aku sering bingung sendiri, marah-marah sendiri, dan merusak apa-apa di sekitar saya. Jadi kalau aku ada di situasi ini, lebih baik kalian jangan mendekat. Yang sudah jadi korban, maafkan. Hahahaha.

#Fact18: Punya celengan ayam
Menabung pangkal kaya. Aku punya celengan yang isinya uang receh hasil kembalian. Lumayan berat celengannya, cukup buat nimpuk kamu yang hahat sama aku. Fyi, celengan itu dibelikan mama pas aku SD. Alhamdulillah sampai sekarang masih terawat dan tidak rusak. Jumlah rupiahnya aku tidak tahu, aku tidak mau menghitung, karena recehan di celengan aku buat koleksi saja.

#Fact19: Hobi makan seafood
Tidak ada yang bisa mengalahkan kenikmatan seafood meskipun mereka mengandung logam berat. Haha. Aku suka kepiting, udang, lobster, cumi, kakap, tuna. Ah nikmat sekali itu. Di antara mereka,  aku paling suka udang. Paling enak dan murah untuk dijangkau. Satu rumah tahu kalau udang favoritku, jadi kalau ada masakan udang, sementara aku belum makan, pasti disisakan banyak. Pernah suatu kali Papa bercerita saat aku lagi di Kalimantan, "Di rumah ada udang goreng buuesaaar, sayang nggak ada kamu di rumah. Nggak ada yang makan."

#Fact20: Suka negeri Spanyol
Kapan aku bisa ke sana? Astaga aku suka sekali dengan negara ini, apalagi bahasa spanyolnya.
Bienvenido y Buenos dias en mi blog, amiga! Me llamo Puput. Yo vivo en Surabaya. Yo soy muy bonito y amable.


Itu #20FactsaboutMe, and how about you?


thanks


Putri Dewayanti




0 komentar: