#30HariMenulisCerita - Kebiasaan Memakai Helm
| Saya pilih selamat |
Banyak yang tidak mengerti dengan kebiasaanku satu ini. Dengan mudahnya mereka berkomentar tanpa alasan yang menurutku tidak jelas. Selalu memakai helm saat mengendarai motor itulah kebiasaanku. Lebih kukerucutkan lagi ya maksudnya. Selalu memakai helm saat mengendarai motor meskipun hanya berjarak beberapa ratus meter.
Beberapa dialog yang sering terjadi.
Sukirman: "Ke Indomari saja kok pakai helm?"
Aku: "Nanti kalau jatuh gimana?"
Sukirman: "Mulutnya lho kok bilang begitu!"
Ada pula yang seperti ini.
Sukirwoman: "Ngapain pake helm, kan gak ada polisi."
Aku: "Emang nunggu harus ada polisi baru pakai helm?"
Semuanya berawal dari aku magang di salah satu perusahaan gas di Bontang. Perusahaan tersebut berupa kompleks yang terdiri dari industri, gedung perkantoran, perumahan karyawan, dan lain-lain. Perusahaan tersebut sangat menjunjung tinggi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di mana semua karyawan selama bekerja harus mengutaman kesehatan dan keselamatan. Perusahaan tersebut dijaga sangat ketat, sehingga tidak semua orang bisa masuk. Kalaupun diizinkan masuk, orang tersebut harus paham akan semua peraturan yang diterapkan, terutama peraturan lalu lintas.
Salah satu peraturan lalu lintas yang wajib dipatuhi adalah penggunaan helm saat berkendara motor. Di sini aku baru menyadari betapa pentingnya menggunakan helm. Mari kita berpikir sejenak mengapa harus menggunakan helm.
Ada dialog yang sarkas. Bunyinya seperti ini.
"Kalian tahu mengapa harus pakai helm?"
"Untuk melindungi kepala."
"Mengapa kepala harus dilindungi?"
"Karena terdapat otak di dalamnya."
"Jadi, kalau tidak pakai helm berarti dia tidak punya apa?"
Silakan kalian jawab sendiri sebagai instropeksi diri. Organ otak begitu penting bagi kita. Semua pesan saraf dan rangsangan diatur di sini. Jika otak kalian (maaf) mengalami kecelakaan, kalian paham risiko yang terjadi, kan?
| eciyeee |
Susah sekali bagi orang di sekitarku memahami kebiasaan sederhana ini. Menurutku kecelakaan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Entah di jalan ramai penuh truk atau di depan rumah yang sepi. Semua kemungkinan itu ada. Kakakku pun pernah jatuh di lapangan sekolahnya saat rodanya terlilit benang layangan. Adikku pernah jatuh di kompleks perumahan. Memang tidak ada luka di kepala, tapi kemungkinan itu pasti ada, kan? Aku tidak menginginkan sampai itu terjadi, tapi siapa tahu, kan?
Oleh karena itu, sejak aku pulang dari magang, kuputuskan untuk memilih selamat dalam berkendara. Ke manapun aku pergi, sedekat apa jaraknya, selama aku berkendara dengan motor, wajib hukumnya menggunakan helm. Dan jangan lupa pastikan klik pada tali pengamannya.
-end-
#harike-11 #30HariMenulisCerita

0 komentar: