#30HariMenulisCerita - Aku Fulan, Si Penunggu Masjid

00.12 Putri Dewayanti 0 Comments

Sebenarnya tujuan mereka ke masjid untuk apa, sih? Aku mengernyitkan diri saat melihat aktivitas mereka yang katanya menunaikan solat terawih, kok, seolah-olah hanya menggerakkan tubuh tanpa makna. Oh, ya, perkenalkan, aku Fulan si penunggu masjid. Tugasku sederhana, menunggu masjid.

Hari ini adalah hari keempat untuk solat terawih. Yang laki-laki datang dengan baju koko, sarung, tanpa sajadah. Laki-laki di sini terbiasa solat tanpa beralaskan sajadah. Berbeda dengan wanita, yang datang dengan mukenah warna-warni penuh motif dan sajadah yang tak kalah indahnya. Ketika mereka solat, aku bisa melihat dua perbedaan. Barisan shof laki-laki rapat, ujung kakinya berdempetan. Barisan shof wanita, menurutku, tidak rapat. Mereka terpaku dengan sajadah milik masing-masing. Meskipun kanan-kirinya masih longgar, tak masalah. Oh, ya, perkenalkan, aku Fulan si penunggu masjid yang bisa melihat.

Solat terawih ditunaikan setelah solat isya. Saat Al Fatihah selesai dibaca, sang imam melanjutkan membaca ayat kursi yang ada di surat Al Baqarah 255. Rupanya beliau tidak berhenti sampai di situ, beliau masih melanjutkan Al Baqarah 266. Aku melihat ada perubahan mimik muka di wajah makmum. Ada yang gelisah. Oh, ya, perkenalkan, aku Fulan si penunggu masjid yang bisa melihat.

Setelah mengucapkan salam, banyak yang berbisik kalau solatnya terlalu lama, bacaannya terlalu panjang. Banyak yang tidak mengerti. Tapi, toh, mereka hanya makmum. Makmum harus patuh dengan imam, bukan? Solat terawih dilanjutkan. Sang imam melafalkan bacaan surat yang panjang. Banyak yang tidak fokus. Rupanya banyak yang membatin "ini rokaat berapa ya?" atau "Aduh, lama sekali". Bapak yang memakai sarung merah itu, sedari tadi merencanakan, "Setelah ini main catur, ah!". Oh, ya, perkenalkan, aku Fulan si penunggu masjid yang bisa merasa dan mendengar.

Sama halnya saat sang imam memberi ceramah. Beberapa bapak memejamkan mata. Entah merenung entah tidur. Anak-anak kecil lebih memilih bermain di sekitar masjid. Di teras beberapa ibu mengobrol dengan asyiknya. Oh, ya, perkenalkan, aku Fulan si penunggu masjid yang memiliki penginderaan lebih.

Kalian sudah mengenalku, bukan? Aku Fulan, si penunggu masjid. Tugasku di sini sederhana, menunggu masjid. Tugasku di sana tidak sederhana, melaporkan apa yang kulihat ketika menunggu masjid.



#harike-3 #30HariMenulisCerita







0 komentar: