Coklat Monggo: Sudut Manis Kotagede yang Bikin Lumer Mulut

23.55 Putri Dewayanti 0 Comments

Sabtu pagi di awal Mei aku menemani Kak Yani di kantornya. Ya, maklum, Sabtu adalah waktuku libur kerja, sementara Kak Yani tidak. Kami berencana jalan-jalan, tetapi memang belum ada rencana mau kemana.

Kemudian aku teringat kalau kantor Kak Yani kan dekat dengan Outlet sekaligus Pabrik Coklat Monggo. Ya, daripada bengong capek duduk, aku pinjam motor Kak Yani untuk ke sana. Berhubung aku penderita oriented disorder atau dalam kamusku disebut buta arah, jadi ada baiknya aku lihat google maps dan petunjuk dari Kak Yani. Lagi pula, orang Jogja kalau memberi petunjuk itu pakai arah mata angin. Ya bakal lebih tidak paham lagi.

Outlet Coklat Monggo berada di Kotagede, Jalan Dalem KG III / 978. Tidak susah, kok. Ancer-ancerannya pun gampang. Perempatan Pasar Kotagede belok kanan, ada Makam Raja Kotagede masih lurus. Jalan Dalem atau Desa Dalem ada di paling ujung jalan. 

Outlet sekaligus pabrik Coklat Monggo (kuliner.panduanwisata.id)

Ketika membuka pintu, aku melihat interior yang menarik dan manis.
Selamat datang

Terdapat bangku untuk istirahat sejenak sambil menikmati coklat.
bangku kayu untuk menunggu kamu

duduk sini enak lho

Di Coklat Monggo, mataku tertuju pada lemari kaca yang memamerkan variasi Coklat Monggo. Dari yang rasa klasik seperti campuran kacang mente, kopi, kacang almon, buah-buahan, rasa pedas, dan cengkeh pun ada. Variasi rasa terbaru adalah rasa rendang (kok aku macam sales). Aku tidak hafal variasinya, sih. Tetapi ada di foto ini kok.









Pelayanannya sangat ramah. Mbak-mbaknya senang mengobrol, tapi tidak gibah lho. Enaknya lagi, disediakan testernya.

Menyesal, sih, cuma ambil satu :(

Aku putuskan untuk membeli Dark Choco, Rendang, almon, kopi, mente, durian. Untuk coklat dengan massa 30 g dibanderol dengan harga Rp 32.000,00 sementara yang kecil (aku lupa massanya berapa), harganya Rp 16.000 rupiah. Ukuran yang besar dan kecil memiliki variasi yang tidak sama. Jadi kalau misal, kalian ingin yang dark choco 69%, kalian harus beli yang besar.


Di sini aku juga bisa melihat cara pembuatan coklat Monggo. Tetapi melihatnya dari jarak yang agak jauh. Dapurnya dibatasi oleh kaca, jadi siapapun bisa melihat. Untuk melihat lebih detil, tidak bisa. Mungkin harus buat perizinan dulu.
Pembeli cukup melihat dari tempat yang disediakan. 


Desain interiornya cukup menarik, selalu menunjukkan khas Kota Jogja yang nyeni




Saya mencicipi semua coklat yang aku beli, semuanya enak. Yang paling enak menurutku yang dark choco 69%. Manis dan pahitnya pas. Lumeran coklatnya benar-benar ingin bilang, "WOY, JAJANIN AKU COKLAT MONGGO SEKARANG."

Oh, ya, coklat Monggo ini dibuat dari coklat belgia. Aku pikir coklatnya asli dari Indonesia. Ya wajar kalau harganya cukup mahal, meskipun ujung-ujungnya terbayar dengan rasanya yang pas.


Oke, sekian cerita dari Desa Dalem Kotagede.










*Oh, ya pas aku melewati pasar, banyak bapak-bapak lagi merubungi batu akik!


0 komentar: