#30HariMenulisCerita - Kilas Balik Sidang Skripsi
Tepat setahun yang lalu, aku menghadapi sidang skripsi untuk menyelesaikan masa studiku di Ilmu dan Teknologi Lingkungan. Lima belas Juli 2014 aku berada di ruang sidang 201. Persiapanku ala kadarnya. Aku tidak merendah, lho. Berlatih presentasi dengan dosen pembimbing hanya sekali. Aku sok sibuk waktu itu :p
Rok hitam, kemeja putih, dan jilbab hitam. Lengkap. Pukul sembilan pagi, aku telah standby di kampus sembari baca santai dan menunggu teman-teman yang membawa konsumsi untuk penguji. Oh, ya, sidang skripsiku ini waktu bulan puasa. Mudah-mudahan barokah. Beberapa menit kemudian teman-teman datang untuk support aku sukses sidang.
"Ang, jas almamatermu mana?" Tanya Mega.
"...."
"Ang gak bawa, ya?"
"Lupaaaa wooooooyy..."
Beruntungnya ada temanku, Romdon, yang selalu menyimpan jas almamater di loker lab. Subhanallaaah, iya kan ada-ada saja aku ini.
Menjelang dzuhur, dosen pembimbingku berpapasan saat beliau selesai memberi kuliah. Aku kikuk, takut nanti gak dibelain saat dibantai penguji lain. Sebut saja namanya Bu Nora. Ketika berpapasan terjadilah dialog singkat.
"Lho, Ang, tumben pakaiannya rapi!" senyam-senyum coba bikin down aku.
"Kan nanti saya sidang, Bu..."
"Oh, jadi sidang?"
Skakmat. Teman-teman pada tertawa. Iseng benar dosen satu ini. Bu Nora memang tipikal dosen gaul yang hobi isengin mahasiswanya, termasuk aku. Katanya di antara mahasiswa bimbingannya yang paling susah diatur itu aku. Hahahahahaaaa.
Usai sholat dzuhur, aku dan teman-teman bergegas ke ruang sidang. Tentu saja sidangnya tertutup. Teman-teman menunggu di luar. Ada empat penguji, dua diantaranya adalah dosen pembimbing. Skripsiku tentang penelitian pengolahan air limbah dengan judul, "Pengaruh Organic Loading Rate (OLR) terhadap Efisiensi Penyisihan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solids (TSS) pada Anaerobic Filter". Kalian cukup tahu judulnya saja, ya. Kalian tidak tega kan suruh aku menceritakan singkat skripsiku seperti apa. Presentasi skripsi berlangsung selama lima belas menit dan dilanjutkan tanya jawab oleh penguji selama satu jam. Yap, tiap dosen mendapat jatah bertanya 25 menit.
Dua puluh lima menit termasuk waktu yang singkat atau tidak? Entahlah, selama tanya jawab aku tidak memikirkan waktu. Yang jelas selama satu jam aku dibantai pertanyaan-pertanyaan--yang--tentu--aku--kesulitan--menjawab. Ya maklum otak pas-pasan begini. Malu ah kalau aku harus cerita seperti apa aku dibantai. Aib, sungguh /.\
Usai sidang, aku diminta menunggu di luar ruangan untuk memberi kesempatan mereka berdiskusi apa aku layak lulus atau tidak. Membuka pintu ruang sidang itu anugerah banget, seolah-olah aku kekurangan oksigen di dalam. Alay? Bodo amat. Sepuluh kemudian aku masuk ruangan kembali. Alhamdulillah aku lulus. Malam harinya aku merevisi skripsiku, untung tidak banyak revisi. Esoknya aku ke kampus lagi menyerahkan skrispi. Bu Nora melongo melihat aku datang menyerahkan revisian.
"Beneran sudah selesai?"
"Sudah, bu," meringis.
"Sudah diperiksa penguji 4?"
"Sudah."
"Penguji 3?"
"Sudah," ketawa dalam hati.
Bu Nora akhirnya menerima revisiku. Alhamdulillaaah, lancaar. Setelah revisiku di-acc oleh semua penguji. Aku mencetak hard cover skripsiku dan mengurus syarat-syarat yudisium. Halo, engineer!
-end-
#Hari ke-14 #30HariMenulisCerita

0 komentar: