#30HariMenulisCerita - Media Sosial
![]() |
| cek-cek |
Wah, sudah jam empat subuh. Sudah kebiasaan kalau menunggu adzan subuh berkumandang, Fariz selalu bermain dengan ponselnya. Memantau media sosial adalah kegiatan di pagi hari yang sama pentingnya dengan kadahajat. Pertama-tama ia mengecek grup whatsapp. Ini penting karena ia gabung di beberapa grup, dan ia tak mau ketinggalan satu berita pun. Bukankah, kita harus kaya informasi agar tidak ketinggalan zaman?
Fariz tertarik membaca percakapan grup. Grup sedang membahas toko daring Lalaza yang seharusnya kirim paket ponsel ke pelanggan malah keliru kirim sabun Nova.
"Fariz, sudah waktunya subuhan!" teriak ibunya dari dapur.
"Ya, Buuuu..." jawab Fariz.
Selanjutnya buka timeline Line dulu. Biasanya si Tio posting status galau. Benar dugaannya, si Tio galalu lagi. "Ini anak butuh dirukiyah, deh, betah banget berkubang di kenangan," batinnya.
Kemarin Fariz tanya ke Gya masalah tugas di Facebook. Jempolnya kini beralih ke ikon Facebook. Fariz sedikit kesal, karena belum dijawab Gya.
Kegiatan memantau akun media sosial berlanjut dengan kunjungan ke Path, Instagram, Twitter, hingga ia tidak sadar kalau waktu sholat subuh sudah habis.
-end-
#harike-9 #30HariMenulisCerita


0 komentar: