#30HariMenulisCerita - Sepatu High Heels

00.15 Putri Dewayanti 0 Comments

red shoes

Coba jelaskan padaku mengapa perempuan itu suka sekali ribet! Aku termasuk orang yang tidak mau ribet, tapi terpaksa harus ribet. Paham maksudku, kan? Aku ribet kalau harus pergi ke acara yang membutuhkan fashion lebih, sepatu high heels salah satunya.

Aku tidak punya sepatu high heels. Masalah? Iya, masalah kalau aku harus pergi ke kondangan. Aku bingung mau pakai sepatu apa. Aku cuma punya tiga sepatu, flat shoes model sporty, sepatu kets, dan safety shoes. Nah, tidak mungkin kalau ke kondangan harus memakai sepatu demikian. Ya, sebenarnya oke-oke saja, cuma kembali lagi: cewek itu suka meribetkan diri.

Kisahku dengan sepatu high heels yang pertama adalah saat acara wisuda. Selain mengenakan toga sudah pasti aku mengenakan pakaian kebaya dengan segala keribetannya. Kalau pakai kebaya, akan terlihat aneh memakai salah satu dari sepatuku, kan? Beli? Ogah. Hahahaha. Jadi, baru beberapa langkah dari taksi yang aku tumpangi, dan ehem...alas high heels-nya lepas, saudaraaaaa. Aku melongo. Ada-ada aja kan, pas punya acara macam gini, sepatu malah rusak,sepatunya mama lagi. Akhirnya, mama menukar sepatunya dengan sepatuku. Uf, aku merasa durhaka.

Acara kondangan teman juga menjadi saksi bahwa aku merusakkan sepatu mamaku lagi. LAGI. Mungkin tingkahku yang petakilan. Sebelum ke lokasi kondangan, aku menuju rumah Retha untuk berangkat bersama. Sayangnya, aku kena macet dan takut telat jadinya aku lewat sela-sela barisan truk dan mobil. Ya, tentunya sepatuku harus bergesekan dengan aspal berkali-kali. Sampai di rumah Retha, tiba-tiba terdengar suara kretek. Hak sepatunya PATAH. Antara ingin tertawa terbahak-bahak dan mengasihani diri sendiri. Akhirnya Retha meminjami wedges setinggi sepuluh senti. Alhamdulillah sepatunya tidak rusak, hanya kakiku saja yang cekit-cekit. Ya bayangkan saja aku memakai sepatu itu untuk berdiri sekitar dua jam dan jalan cepat.

Yang terakhir, adalah saat menemani mama ke acara wisuda muridnya. Baru memarkir motor, dan tiba-tiba alas sepatunya lepas. Duh, Put, duh. Itu sepatunya mbakmu, Put.
         "Kamu itu ada-ada saja..." heran mama.
Lalu apa solusinya? Alas dan sepatunya kuikat dengan karet. Aku berjalan sedikit menyeret.

Ya begitulah. Aku jarang tidak beruntung menggunakan sepatu high heels. Lebih baik aku beli flat shoes yang feminin untuk acara begini. Tidak mungkin kan kalau aku pakai safety shoes!

Perihal gambar red high heels yang kujadikan teman cerita ini sebenarnya tidak terlalu nyambung dengan kekonyolanku. Aku suka warna merah. Red high heels bagiku terkesan hot dan seksi. Jika aku punya sepatu itu pasti hanya kujadikan pajangan. 

-end-


#harike-10 #30HariMenulisCerita

0 komentar: