Sampai Bertemu Kembali, Romdon

23.55 Putri Dewayanti 4 Comments

Pertemuan dan perpisahan itu satu paket.
Jika kamu tak menginginkan berpisah, ya sudah tentu kita tidak akan bertemu.
Pertemuan memang selalu menyenangkan.
Perpisahan selalu menunjukkan kesedihan.

Dan sampailah kita di sini, di titik perpisahan.
Sedih? Pasti, mengingat semua kebodohan kita selama ini.
Mengingat kebersamaan kita selama ini.
Dan, karena kita belum tentu akan bertemu lagi.

"Kenapa kamu ga tinggal di Surabaya aja sih?"
Astaga, aku egois ya.
Akhirnya aku mengerti, kita berpisah karena kita sudah berbeda tujuan.
Masih banyak tanah bumi yang perlu dijejaki.

ROMDOOOON, AKU SEDIH KAMU PULAAAAAANG.

Kamu teman yang baaaaiiiiiik bangeeeet.

Saking baiknya kamu, aku apresiasi dirimu di blogku. Tau nggak sih kamu orang pertama yang kutulis di blogku. Full di tulisan ini bahas kamu doang.

Kamu jangan terharu ya? Tapi boleh nangis. Hahaha.

Berhubung kita udah jarang bertemu gara-gara kerjaanku yang kurang ajar sibuknya, aku tulis aja ya apa-apa yang mau aku bilang. Karena kalo ngomong langsung, jelas aku bakal ngomong sambil sesenggukan.

Romdon, temen aku yang baik (eciyeee)

Maaf, kalo aku sering jahat sama kamu.
Terima kasih kamu mau nerima semua sikap jahatku.

Maaf, kalo aku sering bullying kamu.
Terima kasih kamu sabar dengan bullyingku.

Maaf, kalo aku sering seenak jidat nyuruh kamu ini itu.
Terima kasih kamu nurut sama aku.

Maaf, aku dulu pernah marah karena nggak kamu belikan es krim. Ingat?
Terima kasih sudah belikan aku es krim beberapa bulan kemudian. Ingat juga?

Maaf, aku sering ngerepotin kamu selama aku ngelab skripsi.
Terima kasih kamu membantu tanpa pamrih.

Maaf, aku nggak bisa bantu selama kamu lagi hectic ngerjain skripsi karena pas itu kali pertama aku kerja. Aku nyesel, kenapa aku kerja pas saat-saat skripsi.
Terima kasih kamu sudah pinjemin aku laptop buat ngerjain skripsi.

Maaf, aku nggak dateng di sidang skripsimu.
Terima kasih, kamu sudah dateng di sidang skripsiku. Alhamdulillah, akhirnya kita wisuda bareng, hei temen seperjuangan skripsi ;))

Maaf, kalo aku nggak peka kalo kamu lagi ada masalah.
Terima kasih, kamu sudah mau jadi temen curhatku, curhat skripsi, curhat temen, curhat kuliah, dan curhat tentang si dia. Eh inget kan kamu siapa yang kumaksud? hihi.

Bahkan, di saat kamu mau balik lagi ke Kuningan, aku cuma bisa nganter kamu sampe stasiun,
nggak sampe ngejar keretamu yang semakin menjauh. Hahahahahaha...

See yo soon, Romdon (taken by: Retha Ayu)


Ada tiga ucapanmu yang bagiku kurang ajar keterlaluan. Inget apa?

"Bos, Bos, Aku pengen ngenalin kamu sama Adam ke orang tuaku. Pengen ngasih tau kalo kalian berdua faktor utama yang bikin Aku rusak selama di Surabaya."

Heh heh, aku protes!! Gak terima kalo dibilang faktor utama! Kan masih banyak anak lain yang bikin rusak kamu!.

Eh tapi aku bangga sih karena sukses bikin anak lulusan PONDOKAN jadi anak rusak tak bermoral. HAHAHAHA.

"Bos, Bos, kamu pura-pura'o jadi wanita lemah lembut, sopan santun gitu lho Bos!"

Oh gitu? Pura-pura ya? Jadi selama ini aku adalah cewek ... T.T

"Bos, kamu nggak mau daftar jadi mawapres lagi? Sainganmu kan udah pergi semua."

Asem, dari jaman nabi, aku mana mau jadi mawapres! Kalo nggak dipaksa sama Bu Nuri, ya ogah aku daftar mawapres. Kagak tau apa sainganku anak olimpiade semua. Da aku mah cuma butiran debu dibanding mereka.

Sebenernya masih banyak lagi omonganmu yang menohok banget. Tapi kalo ditulis di sini yaampun, bukan nulis blog, tapi nulis buku.


By the way, selamat ya udah kerja. Eciye jadi anak jekardah. Aku punya tips nih biar kamu nyaman di tempat kerjamu, kudu nurut ya:

1. Tempat kerja adalah kantor ONLY. Jadi, selama nggak di kantor, jangan kerja. Jangan kek aku. Pagi sampe sore kerja di kantor. Sorenya, lanjut di kafe. Malemnya lanjut di rumah. Astaga, stres kamu, Don.

2. Jangan lupa makan. Kadang kalo workaholicnya muncul, makan udah lupa, Don. Aku gitu :( Kamu ga percaya kan? Jadwal makanku 1-2 kali sehari lho. Pernah juga nggak makan sama sekali dalam sehari. Sampe rumah, langsung nggeletak di sofa. Perhatiin makanmu ya, Don. Kan di Jekardah kamu sendiri.

3. Jangan takut sama bosmu, karena bosmu nggak sejahat aku ;)

4. Kalo kamu nggak betah, dibetah-betahin seenggaknya setahun lah ya. Biar move on ke tempat kerja baru lebih berpeluang. Jangan kek aku, nggak betah. Mau resign, kagak boleh, eh malah kontrak diperpanjang.

5. Jaga semua sikap abnormalmu ya! Being normal is so boring, Don. Serius. Kalo ada tanda-tanda kenormalanmu kembali, kamu cepet-cepet balik ke Surabaya gih! Aku, Adam, Rama, Ajik, Retha, Vega, Meta, Megalon, Fandik siap cuci otak kamu. KAMI SIAP BIKIN KAMU ABNORMAL KEMBALI.


Don, inget ya kelima tips di atas :D

Siap antar @Stasiun Pasar Turi  (taken by Romdon)
Siap antaaaar @Stasiun Pasar Turi (taken by Romdon)


Sekali lagi, makasih ya sudah menjadi bagian dari keluarga ITL 2010.

Sekarang kamu punya dua kampung halaman, Kuningan dan Surabaya. Main-mainlah kalau senggang.


Sukses ya, Teman.
Sampai bertemu kembali.


- Ang -




4 komentar:

#20FactsaboutMe Angsukma Putri Dewayanti

01.36 Putri Dewayanti 0 Comments

Selamat Cantik dan Tampan semuaaaa...
Kali ini aku ikut meramaikan virus endemik yang mewabah di blog dan instagram. What is it? Yap, Menulis #20FactsaboutMe, ntah itu kebiasaan buruk, baik, ataupun konyolmu. Penularannya simpel banget, cukuplah si empunya virus ngetag kamu di media sosial, dan taraaaaa kalian langsung tertular.

Dan aku pun ikut tertular.

Sebelum membaca #20FactsaboutMe, ada baiknya kalian cari posisi enak sambil ongkang-ongkang dan menyeruput espresso. Ahaa, i like this ritual.

And here we gooooo.

#Fact1 - Angsukma Putri Dewayanti
Yes, itu nama lengkapku. Pernah gak sih kalian dengar nama "Angsukma"? Beberapa bilang namaku itu unik (atau aneh kali ya, tapi mereka gak tega bilang gitu). Nama yang umum kan Anggi, Anggita, Angga gitu ya. Tapi namaku Angsukma.

Beberapa nanya begini:
"Angsukma artinya apa sih?"
"Ang? Ada keturunan Cina?" sambil liat mukaku.
"Dewa? Eh orang Bali ya?
-____________-
Itulah respon orang-orang saat aku mengenalkan diri. Lalu bagaimana aku menjawabnya? Dengan mudahnya aku menjawab, "Aku gak tau. Tanya aja sama papa. Papa yang ngasih nama."
Saking seringnya ditanya begitu, aku protes sama papa. "Pa, kenapa namaku 'Angsukma' sih?"
Eh, Papa langsung ngakak. Hasem. Kemudian Papa bercerita.
Papa: "Dulu Papa pengen kasih nama cina ke kamu. Namamu aslinya 'Ang Giok Nio'."
Aku: (buset dah, nama macam pula itu? mau dikata apa muka jawa nama cina)
Papa: Tapi nggak dibolehin sama Mbah. Orang cina minta nama jawa kok ini malah kebalik. Jadinya tinggal "Ang" aja.
Aku: "Terus Ang artinya apa?"
Papa: "Gak tau. Hahahaha."
Aku: (ya ampun) Kalo nama "Dewa" itu? Aku sering dikatain orang bali!
Papa: Nah, itu nama temennya Papa. Temennya Papa orang bali.
Aku: (no komen)

Jadi dari dialog itu aku masih gagal paham apa arti namaku. Sampai pada perayaan imlek, Papa nonton tv perayaan imlek, kemudian memanggilku.
Papa: "Dari kecil kamu suka warna merah kan?"
Aku: "Yes. Kenapa?"
Papa: "Papa habis dengerin ini nih.." (sambil nunjuk tv) "Angpao artinya amplop merah. Pao itu amplop, dan Ang itu artinya.."
Aku: "Merah" (senyum)
Papa: "Papa nggak salah kasih nama kan?"
Aku: "Hahahahaha"

Akhirnya aku---dan papa baru tahu arti namaku saat umurku sudah hampir kepala dua.

#Fact2: Nama panggilan
Masih ada hubungan dengan #Fact1, aku punya banyaak nama panggilan. Sebenarnya nama panggilku yang asli, hasil titah mama papa adalah Puput. Semua keluarga panggil demikian termasuk teman-teman SD, sampai aku beranjak SMP, nama panggilanku langsung bermacam-macam. Waktu SMP ada yang panggil aku Angsukma, Putri, Ang, Sukma. Iseng juga ada yang panggil Dewa. Lalu SMA, dipanggil Eng. Avatar Aang maksudnya. Itu tuh film anak kecil botak yang digadang-gadang punya empat elemen. Dan aku nggak pernah nonton x))

Sampai kuliahpun aku masih dipanggil Eng. Hingga pada akhirnya aku dipanggil Bos, karena kelakuanku yang semena-mena, jahat, tidak berperikehewanan dengan teman-teman. Hahaha *evil*
Tapi, tenang aja. Kalian panggil aku apa aja, aku masih noleh kok. Sekalipun kalian panggil aku Yanti (bahahahak), aku tetep noleh x))

#Fact3: Suka om-om Westlife
Boyband mana yang paling kece selain Westlife hah? Sini-sini kasih tau aku! Nggak ada yang bisa menandingi Westlife sekalipun boyband Korea. Dari kali pertama debut, sekitar tahun 2000 kalo nggak salah, aku udah klepek-klepek sama boyband satu ini. Especially Mark Feehily yang suaranya naudzubillah tenor banget dan cakepnya itu lho. Aku hafal semua liriknya meskipun pada waktu itu aku belum tahu artinya. Ada juga kebiasaan menempel poster Westlife di dinding kamar yang sempat bikin Papa ngamuk-ngamuk karena cat temboknya rusak terkena selotip poster. Akhirnya Papa cat ulang kamar. Kemudian aku tempeli poster lagi. Papa menyerah. Aku ketawa setan.

#Fact4: Tidak bisa lepas dari kaca mata
Minus mata saya sudah ada pada tahap memprihatinkan, jarak pandang saya kalau tidak pakai kaca mata tidak sampai tiga puluh senti. Cukup menyedihkan mengingat saya pakai kaca mata dari SD. Ini semua gara-gara tren PS (Play Station), jadi seharian main tanpa henti dan walhasil, mata saya nambah dua. Saking ketergantungannya dengan benda ini, sering banget tidur pakai kaca mata. Yah, siapa tahu kamu hadir di mimpi, dan gegara tidur tidak pakai kaca mata, aku tidak menyadari keberadaanmu :'))

Hidup aku tanpa kaca mata seperti pecandu narkoba yang lagi sakau. Pernah suatu kali aku mau solat isya, dan kebiasaanku adalah menaruh kaca mata di sajadah. Dan tidak sampai lima menit, kaca mata tidak sengaja diinjak teman.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa...aku buta-butaaa...."
Aku teriak kencang, membabi buta, jongkok sambil menatap naas kaca mata. Yang menginjak lebih syok lagi, karena takut kena marah.

#Fact5: Sleeping in anyway, anytime, and anywhere
Entah ini bisa dibilang anugerah atau tidak. Kenyataannya aku bisa tidur dimana saja, kapan saja, dalam kondisi apa saja. Kebiasaan ini muncul sejak kuliah, saat bosan dengan materi kuliah. Ya bagiku lebih baik tidur di saat kuliah, daripada ramai sendiri. Kan nggak enak ganggu yang lagi serius mengais ilmu. Hahaha. Kenangan yang memalukan adalah aku ketiduran di gor. Bayangkan saja, di saat semua orang ramai sorak-sorai nonton basket, aku malah pulas tidur sambil duduk. Akhirnya saya jadi bahan gosip kakak kelas.
"Nih anak ajaib banget bisa tidur di gor seramai ini."

#Fact6: Tidak suka daging, tapi suka bakso
Oke, alis kalian berkerut kan? Aku memang tidak suka daging. Daging kambing dan sapi. Ah ya, ini semua gegara aku lihat pemotongan hewan kurban waktu TK. Aku melihat sebilah pisau memotong hidup-hidup leher kambing dan sapi. Seketika itu berliter-liter darah jatuh ke tanah. Aku juga lihat si sapi sampai menangis saat lehernya dipotong. Allahu akbar, sejak saat itu aku ogah makan daging, bahkan steak aku juga tidak pernah makan.
Kalian pasti akan bilang, "Astaga Puput! Kamu nggak pernah makan steak? Hampa sekali hidupmu." 
Kenyataannya steak tidak membuatku hampa (tapi kamu yang membuatku hampa). Jadi kalau aku tidak sengaja mengunyah daging, reaksiku bakal pucat, mual, muntah, lalu menangis. Reaksi yang terakhir terjadi kalau rasa dagingnya menguar di lidah dan susah sekali hilang.
Dan sejak saat itu pula, aku tidak terlalu senang ada Idul Adha. Tidak. Tidak. Aku tidak menyalahkan hari raya itu. Hanya saja aku selalu membayangkan kambing dan sapi yang rela mengurbankan dirinya sendiri untuk dimakan manusia. Sejak saat itu aku mengurbankan kenangan setiap Idul Adha. Baiklah, abaikan kalimat terakhir.

#Fact7: Susah menghafal jalan
Ingatanku payah kalau disuruh menghafal jalan. Harus lewat berkali-kali agar aku tahu rutenya, marka jalannya, dan letak polisi berdiri. Yang terakhir ini penting sekali, karena sekali aku lupa jalan yang mengakibatkan menyalahi marka, polisi akan menyemprit dan memberhentikanku. Sebenarnya aku hafal jalan. Misalnya ya aku tahu Jalan Darmo dekat ini, aku tahu Jalan Basuki Rachmat dekat itu, tapi hafal teknis rute dan rambu wah angkat tangan aku.

#Fact8: Perfeksionis
Aku tidak pernah melabeli diri sebagai orang perfeksionis. Sayangnya di sekitarku menganggap demikian. Ah syudahlah. -Life.

#Fact9: On time
Aku tidak suka telat. Seringkali aku buat janji dengan seseorang dan dia datang terlambat. Kalau misal aku buat janji ketemu jam 8 pagi, aku sudah ada di TKP jam 8 kurang, atau kalaupun telat, tidak lebih dari 15 menit. Kalau benar-benar telat aku akan info maksimal satu jam sebelum ketemu. Aku begini karena tidak mau merugikan orang yang aku buat janji. Karena yang tidak bisa kembali itu waktu. Seringkali juga aku dibuat menunggu. Padahal dia yang menentukan jam. Tidak ada info sekalipun. Di-sms, balasnya otw. Ahelaah aku tidak suka balasan itu. Ketika sampai di TKP malah pringisan sambil bilang, "Sori, jam karet
."
Gini ya, kalau buat janji sama aku sekalian dihitung jam karetnya. Anggap saja jam 8 kamu ketemu aku, jam 8 itu harus sudah termasuk perhitungan jam karet. Kalau kalian ngaret samapi jam 9, ya bilang kalau ketemu jam 9, jangan jam 8. Aku tidak bakal telat kok! Aku menghargai waktumu dan kamu menghargai waktuku x))
Kalau kalian telat, biasanya aku langsung pasang muka jutek. Kalau aku sabar menunggu yang telat itu artinya otak lagi korsleting, atau barangkali aku lagi jatuh cinta.

#Fact10: Suka Patrick Banget
Bintang laut, pink, bodoh, dan gendut. Yes, Patrick Star I love it. Astaga, aku nggak bisa berhenti ketawa dan emosi kalau lihat Patrick lagi bertindak bodoh. Kalian pasti menanggapku aneh karena suka yang begitu -_-ya kan?

Kakakku dulu pernah bilang, "Temenku lho ada yang ngatain gini ke kamu 'Ada ya cewek suka Patrick. Dia unik pasti'."

Baahahahaha, aku ketawa.

#Fact11: Buku
Kalau anak Klub Buku baca #Fact11 udah bosan kali ya. Udah mainsteam katanya. Aku memang suka baca buku. Dengan baca buku, kita bisa belajar banyak hal.

Kok deskripsinya makin sedikit ya

#Fact12: Paling suka merepotkan papa
Ini fakta yang paling durhaka. Aku memang suka merepotkan papa. Papa juga pernah bilang suka kalau aku repotkan. Ya sudah, aku beruntung bukan, punya papa sekeren beliau? x))
Dari kecil aku memang lebih dekat sama papa dibanding mama, ah ya entah kenapa ya. Papa itu yang selalu mengajarkan aku kalau anak perempuan harus mandiri (dan aku mulai menangis).
"Puput, jadi anak perempuan itu harus mandiri. Jangan sampai menyusahkan orang lain. Kalaupun menyusahkan orang lain, orang lain itu haruslah Papa."
Begitu katanya.

Rekor paling merepotkan itu saat Papa dengan baik hatinya mau antar jemput aku dari SMP sampai kuliah semester 2. Astaga, Papa tidak pernah mengeluh untuk yang satu ini. Padahal jarak sekolah (SMP dan SMA) dan kampus tidak pernah sejalan dengan kantornya. Jauh sekali. Papa juga tidak pernah menolak kalau aku minta diantar ke suatu tempat.

"Selama tempatnya ada, Papa siap mengantar kamu kemana saja. Ingat ya, hp Papa ini online 24 jam, kamu bisa telepon Papa kapanpun."

Kurang super apaaa papaku ini.

#Fact13: Jogja lovers
Apa-apa yang berkaitan dengan Jogja, aku suka! Jogja itu romantis.

#Fact14: Baru bisa mengendarai motor pas kuliah semester 3
Kalian kaget kan? Di saat yang lain sudah bisa mengendarai motor pas SD, aku? baru pas kuliah semester 3. Itu pun karena terpaksa. Hahaha. Sebenarnya saya penganut lebih baik naik angkot daripada naik kendaraan pribadi. Biar pun lebih mahal dan lama, setidaknya aku bisa mengurangi kemacetan. Yang paling penting, aku bisa tidur. Lagi pula waktu itu aku masih takut mengendarai motor, karena jalur ke rumahku dilewati truk-truk berbagai model yang kalau saja aku tidak awas mengemudi, nantinya jadi...ya begitulah.
Sampai pada akhirnya, aku pengen cari penghasilan sendiri yang mau tidak mau butuh mobilitas yang lebih cepat. Akhirnya aku bisa mengendarai motor.

#Fact15: Tidak suka minum obat
Rasanya pahit seperti mantan dan kenangan.

#Fact16: Tulisanku tidak pernah sama font-nya
Font tulisanku memang sering berubah-ubah tergantung dari jenis bulpen, kertas, dan mood. Kalau kalian lihat buku catatan kuliahku, pasti beda lembar beda font. Entahlah.

aku sudah pegal mengetik T.T

#Fact17: Suka bertindak di luar kendali
Eeeem oke, hal itu terjadi kalau aku lagi kesal, mood tidak beraturan, dan apa-apa yang aku kerjakan tidak sesuai dengan ekspektasi. Aku sering bingung sendiri, marah-marah sendiri, dan merusak apa-apa di sekitar saya. Jadi kalau aku ada di situasi ini, lebih baik kalian jangan mendekat. Yang sudah jadi korban, maafkan. Hahahaha.

#Fact18: Punya celengan ayam
Menabung pangkal kaya. Aku punya celengan yang isinya uang receh hasil kembalian. Lumayan berat celengannya, cukup buat nimpuk kamu yang hahat sama aku. Fyi, celengan itu dibelikan mama pas aku SD. Alhamdulillah sampai sekarang masih terawat dan tidak rusak. Jumlah rupiahnya aku tidak tahu, aku tidak mau menghitung, karena recehan di celengan aku buat koleksi saja.

#Fact19: Hobi makan seafood
Tidak ada yang bisa mengalahkan kenikmatan seafood meskipun mereka mengandung logam berat. Haha. Aku suka kepiting, udang, lobster, cumi, kakap, tuna. Ah nikmat sekali itu. Di antara mereka,  aku paling suka udang. Paling enak dan murah untuk dijangkau. Satu rumah tahu kalau udang favoritku, jadi kalau ada masakan udang, sementara aku belum makan, pasti disisakan banyak. Pernah suatu kali Papa bercerita saat aku lagi di Kalimantan, "Di rumah ada udang goreng buuesaaar, sayang nggak ada kamu di rumah. Nggak ada yang makan."

#Fact20: Suka negeri Spanyol
Kapan aku bisa ke sana? Astaga aku suka sekali dengan negara ini, apalagi bahasa spanyolnya.
Bienvenido y Buenos dias en mi blog, amiga! Me llamo Puput. Yo vivo en Surabaya. Yo soy muy bonito y amable.


Itu #20FactsaboutMe, and how about you?


thanks


Putri Dewayanti




0 komentar:

Terima Kasih untuk Hari Senin dan Selasanya

00.53 Putri Dewayanti 0 Comments

"Teman adalah seseorang yang mengerti dirimu."

Bisa dibilang aku rindu teman-teman kuliah.
Sudah dua minggu aku  tidak muncul di dunia perkampusan, dan jujur saja itu membuatku rindu canda tawa mereka.

Senin sore, setelah aku selesai dengan urusanku (ceilah), aku membuka grup Line "ITL 2010 Seruuu". Selama ini aku hanya bisa berkomunikasi lewat dunia virtual ini. Hahaha, sok-sokan sibuk sekarang x)

Rama chat di grup
"Yang mau ikut ke Steak and Shake Kayoon, ayo rek. Sama aku dan Adam. Ben gak homo iki."

Huahaha, sumpah aku ketawa baca chat-nya Rama. Kebetulan sekali posisi aku lagi di sekitar PDAM, dan berencana mau ke kampus untuk install office di laptop. Baiklah, baiklah. Sudah kepalang rindu ngobrol bareng, jadinya aku mengiyakan ajakan Rama dan Adam.

Sesampai di kampus waktu magrib. Astaga, ini rekor buat aku. Gimana ya? Zaman masih muda, aku mesti berangkat jam 6 pagi dan pulang setelah magrib/isya. Tidak peduli ada dan tidaknya rapat organisasi dan kepanitian, tugas, laporan, paper, atau apalah. Pulang jam segitu ya karena akrab saja sama teman-teman, kakak, dan adik angkatan. Eh ada sih pertimbangan lain. Rata-rata selesai kuliah jam 4 sore. Dan taulah, kalau pulang jam segitu, akan terjebak macet di Jalan Wonokromo atau Gunung Sari. Jadi mending pulang malam. Enak. Lancar.

Setelah parkir sepeda, saya masuk kampus, dan...
Aku merasa asing di sini.
Astaga, aku kan angkatan tua.

Baiklah, sebaiknya aku solat magrib dulu sebelum menyelesaikan yang lain. Di mushola aku ketemu adik kelas dua tahun di bawahku.
"Mbaaak Aaaaang..."
"Hei..." (senyum)
"Mbak udah lulus yaaa?"
"......"
"Mbak sekarang dimanaa?"
"Di sini." (benar kan?)"

Ya ya begitu lah. Aku enggan meneruskan dialog kami x))

Sholat magrib selesai, aku berjalan menuju entah kemana. Aku cari Rama dan Adam kok tidak ada di sekre, eh cuma adik-adik angkatan doang :|

Pucuk dicinta ulam tiba. Adam chat:
"Ang dimana?"
"Di kampus. Adam dimanaa?"
"Di sekre"

Aku langsung lari. Hahaha, sungguh aku seperti anak hilang, tidak kenal siapa-siapa di kampus.

"Semakin kamu tidak mengenal orang-orang kampus, maka resmilah kamu sebagai mahasiswa tingkat dewa akhir."

Sesuai dengan kesepakatan, Adam dan Rama pergi ke Steak and Shake dulu, karena aku masih install office di kampus.

Dan yeyeaaaaah, akhirnya kami bertiga kumpul. Kami memesan Tuna Black Pepper, kentang lokal, dan Milk Shake. Tidak ada gambar ya, karena kami memang tidak sedang peduli dengan share-share makan, shelfie, apalagi update lokasi.

Sambil makan, kami saling update informasi tentang kuliah dan bagaimana nasib kami ke depannya. Eh, kami di sini memiliki arti angkatan kami ya, bukan kami bertiga. Hihi.

Dan tidak lupa aku menanyakan gosip yang hot di kampus.

Intinya, pertemuan kami bertiga ini saling berdiskusi, sharing pengalaman, sekaligus mendoakan mudah-mudahan kami, calon enjiner, sukses setelah kuliah baik di dunia kerja, pendidikan (yang mau kuliah lagi), dan kekasih. #ea


Terima kasih untuk hari Seninnya, friends :))
cc: Rama (Raja Kebraon), Ang (Ratu Kebraon), dan Adam (Partner Lab)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------


"Girl's talk is so amazing."

Rinduku belum terobati (haha).
Karena kemarin cuma bisa ketemu Rama dan Adam, hari ini, Selasa, aku, Vury, Avifa, Tania, dan Mega meet up.

Girl's day out.

Jadilah kami berlima meet up di Galaxy Mall cuma buat mengobrol. Sebenarnya aku agak malas ke sana, karena posisiku saat itu lagi di Karangpilang. Jauh-jauh ke sana cuma buat mengobrol itu rasanya gimana gitu. Dan lagipula, aku agak nganu dengan GM. Hihihi.

Dan dandananku tidak nge-mall banget.

Kemeja.
Celana pantalon hitam.
Safety shoes.
Ransel dengan isi laptop dan file yang tebalnya naudzubillah.

Jalan-jalan di mall seperti itu, rasanya seperti olah raga punggung dan kaki. It's oke lah, yang penting ketemu teman-teman.

Apa yang terjadi jika kaum perempuan berkumpul? Yihaa, gosip tiada habisnya. Eh sebenarnya tidak cuma gosip. Kami juga bicara fakta kok! 

Seperti biasa, setelahnya kami keluar masuk outlet baju. Jujur saja, aku tidak berminat untuk lihat-lihat, apalagi beli. Secara, baju-baju di sana harganya fantatis dan fungsinya hanya untuk terlihat fashionable. Bagaimana aku bisa ikhlas? Beda lagi kalau aku di toko buku. Bisa kalap saking inginnya punya perpustakaan. So, ketika kami masuk outlet, yang kucari kali pertama adalah KURSI. Tas di punggung ini cukup membuat punggung pegal-pegal. Jadilah aku seperti emak-emak yang menunggu anaknya lihat-lihat baju, sambil menjaga tas mereka -_-

Setelah mereka puas belanja, dan aku puas pegal-pegal, saatnya kami pulang ke rumah kami masing-masing :)

Yes, makasih ya teman-teman sudah meet up (kecup satu-satu).

cc: Ang, Vury Chan, Tania, Afiva, dan Mega(lon)


buzzle.com

0 komentar:

[Review] Setiap Tempat Punya Cerita - LONDON

21.33 Putri Dewayanti 0 Comments

Judul: London - Angel
Penulis: Windry Ramadhina
penerbit: Gagas media
Tebal buku: x + 330 halaman
Rate: 4,5/5 bintang
----------------------------------------------------------------------


Pembaca tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis "Orange", "Memori", dan "Montase", membawa kita menemani seorang penulis berna Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanannya kali ini sia-sia belaka?

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"I fell in love with you, I don't know how, I don't know why, I just did "
"I loved you yesterday, I love you still, I always have, I always will..." 

Diawali dengan omongan gila Gilang sambil minum whisky bersama teman-temannya, Akhirnya, penulis roman ini terbang ke London demi mengejar cintanya, Ning. Ning, gadis cantik teman sejak kecilnya telah membuat Gilang terpesona yang akhirnya memutuskan mengabdi di Galeri Tate Modern London sebagai seniman.

Saat tiba di London, Gilang dipertemukan berbagai persoalan yang dihadapi orang-orang sekitarnya. Gilang bertemu dengan V di pesawat yang rupanya pergi ke London untuk bertemu istrinya yang hampir menjadi mantan istri. Gilang juga dihadapi dengan masa lalu Madam Ellis dan Mr. Lowesly, yang kasusnya Mr. Lowesly memiliki rasa cinta yang amat dalam terhadap Madam Ellis.

Lalu bagaimana dengan kelanjutan Gilang dengan Ning?

Alih-alih, ia bertemu dengan Ning di hari pertama di London. Gilang malah bertemu sosok perempuan cantik yang misterius, Goldilocks. Goldilocks muncul hanya pada saat hujan, kemudian hilang dengan cepat saat hujan berhenti. Gilang bertemu dengannya di Bankside saat gerimis. Goldilocks yang berambut ikal ini datang dengan payung merahnya kemudian mengajak Gilang naik London Eye. Tidak ada yang namanya kebetulan. Gilang sering melihat atau bertemu Goldilocks saat hujan. Percaya atau tidak, memang seperti itu. Pertemuan yang bukan kebetulan ini membuat Gilang terus mencari-cari siapa sosok Goldilocks.

Dan saat itulah, Goldilocks menjadi kunci emas (golden lock) seluruh persoalan yang dihadapi Gilang selama di London. Tak luput juga kisahnya dengan Ning.

London Eye - Sungai Thames (http://stock-free-images.com/)

Kisah cintanya dengan gadis pujannya akhirnya berlanjut. Gilang berhasil bertemu dengan Ning. Dan hari-harinya begitu cerah sejak Ning berada di sisinya. Selama di London, Gilang diajak Ning berkeliling Tate Modern, dan tempat-tempat seni lainnya yang sangat digilai Ning. Gilang begitu bahagia. Tapi ia ingat, tujuan dia ke London bukan hanya menghabiskan waktu dengan Ning. Gilang ingin mengatakan bahwa Ning lah satu-satunya wanita yang sukses bertengger di hatinya bertahun-tahun.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Keren !! Windry Ramadhina sukses bikin saya betah baca buku ini. Tulisannya ringan dan mudah dipahami meskipun menggunakan bahasa baku. Dari awal saya baca, tujuan dari buku ini sangat jelas. Gilang mengejar cinta Ning. Meskipun demikian, Windry sukses memasukkan permasalahan lain yang sungguh, begitu menyentuh, tapi tidak merusak alur kisah cinta Gilang. Jujur saja, semua ini berkat tokoh Goldilocks. Goldilocks lah kunci emas dari semua cerita di buku ini. Seperti kunci yang mampu membuka segala pintu. Sungguh saya kagum dengan tokoh Goldilocks ini.

Klimaks cerita ini bikin saya terenyuh, lalu mendadak jantung berdetak lebih cepat (eh, ini serius). Antiklimaksnya pun tidak pernah saya duga.

Windry sanggup membawa pembaca merasakan alur cerita ini, seolah-olah pembaca mampu merasakan apa yang dirasakan Gilang selama di London.


-end-
Thanks x))

0 komentar:

Olde Cafe Surabaya

20.44 Putri Dewayanti 1 Comments

Haiii...

Hari minggu kalian kemana, guys?
Alhamdulillah, hari ini aku meet up bareng Mega dan Yanet.
Ya, lama nggak ketemu sih dan lama nggak gossipping.


Kami akhirnya meet up di salah satu kafe  (ciyee anak kafe) di bilangan Kota Surabaya.
Tadaaaa...

Olde Cafe 

photo by: @oldecafe


Dilihat dari lokasinya, kafe ini dibilang cukup strategis di Jalan Polisi Istimewa no. 28 (depan Daun Lada, pas!!). Parkirnya enjoy untuk sepeda motor maupun mobil. Oke udah ada bayangan kan? x)

Kafenya dibagi menjadi dua bagian, indoor dan outdoor. Bagi kalian yang suka ngerokok bolehlah kalian di luar sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Bagi yang nggak, indoor juga asyik kok. Kalo menurutku ya, desain interior maupun eksteriornya cukup cozy.

Interior Olde Cafe

Di outdoor, desainnya didominasi dengan kayu. Meja, kursi, dinding, bahkan lantai serbakayu. Nyaman kok, nggak panas-panas amat meskipun di luar. Nah, di outdoor ini biasanya dijadikan tempat nobar (nonton bareng). Sebenernya aku rada aneh liat ada AC di outdoor. Ntah deh itu dipake atau nggak. Desain lampunya pun cukup unik. Itu tuh, lampu teplok. Lampu tradisional yang biasa dipake mamang nasi goreng jualan.

Eksterior Olde Cafe (1)

Eksterior Olde Cafe (2)

Saat aku masuk di dalem, langsung melotot di "jemuran" testimoni ini nih. Seneng banget liat kertas warna-warni menggantung. Di bawahnya bikin aku makin seneng. Beberapa majalah menumpuk rapi. Langsung deh aku ambil buat dibaca.

asyik yaaa :))

Desain interiornya pun nggak kalah keren sama yang outdoor.  Meja dan kursinya sama dengan yang di outdoor, cuma ketambahan sofa yang empuk (dijamin kalo aku pulang terus liat tuh sofa langsung asal nggeblak aja). Dapurnya juga lumayan luas, buat mobilitas bartendernya nggak susah.
 
yang bareng temen-temen di sini nih duduknya (eh lepiku kepotret )

 buat yang pacaran (hahaha)

Di satu sudut, disedain pula segepok rokok buat kalian yang candu (eits, jangan dihisap di indoor ya, ntar dikeplak yang punya).

apik penataannya


hazelnut frappe
Salah satu yang menjadi daya tarik cafe adalah menunya, baik minuman maupun makanan. Kalo aku sih asal kopinya enak, nggak masalah kalo rasa yang lain standar aja.

Oke, menu yang disediakan Olde Cafe nggak terlalu banyak. Ya standar, ada varian kopi, teh, dan rasa-rasa buah (dan rasa kamu #eh). Hemm, as usual aku pesen kopi, hazelnut frappe.










kwetiau goreng seafood
Makanannya pun ada yang kelas berat dan ada kelas bulu (tinju kali). Aku pesen apa ya namanya -_- lupa. Intinya kwetiau goreng seafood pake telur. Harganya pun pas di kantong anak kuliahan kok, jadi nggak bikin kanker.








                                               Ini nih, quote yang bikin aku jatuh cinta!
uwuwuwuwu, seksi kan quotenya x)



Sekian ulasan Olde Cafe
Yang penasaran, yuk mari dicoba


Thanks for reading x))

1 komentar:

Bulan Ramadhan: Surabaya vs Bontang

00.18 Putri Dewayanti 2 Comments

Marhaban ya ramadhan. Alhamdulillah sebentar lagi kita akan menyambut bulan ramadhan yang penuh berkah. Bulan dimana kita bisa memperbaiki ibadah yang dulu gagal fokus. Aku bersyukur banget bulan ramadhan tahun ini bisa dinikmati bersama keluarga. KELUARGA. Tahun lalu, aku nggak bisa ngerasain enaknya puasa bareng keluarga, lebih-lebih lebaran.

nyobamoto.com

Well, bulan ramadhan tahun kemarin bertepatan dengan aku PKL (Praktik Kerja Lapangan) di PT Badak NGL, Bontang. Sengaja sih waktu yang kuambil dua bulan (kampus ngasih ijinnya maksimal dua bulan). Risiko ambil periode PKL selama itu ya itu tadi, puasa gak bareng keluarga, lebaran sendirian. Terus ya aku mikir, mumpung merantau, kenapa gak dilamain aja sekalian? Toh aku ya pengen tahu sejauh mana aku bisa survive tanpa bantuan keluarga. Awalnya sih niat di Chevron Dumai. Dumai lhooo, di Riau. Eh tapi gak diijinin gegara Riau lagi berasap. Ya sudah deh nyangsang di Bontang. Dan alhamdulillah, aku nggak nyesel PKL di sini.
Oke, kembali ke bulan ramadhan. Kali ini aku pengen nostalgia gimana suka dukanya ngerasain puasa di Bontang jika dibandingkan di Surabaya.


Buka Puasa
Surabaya
Kalo di Surabaya, pastiiii bukanya bareng keluarga kaaan. Ada papa, mama, mas, adek, mbak. Semuanya ngumpul, makan, liat tv, solat. Bukanya pasti di rumah, tak pernah kami buka puasa di luar. Suara adzan kedengeren sampe rumah.
 
Bontang:
 Dari kamarku aku gak denger suara adzan T.T suwediiih. Aku biasanya pantengin LNG TV (TV-nya PT Badak) buat nungguin adzan. Kemudian aku buka puasa di Mess Hall Nam-Nam (Nam-Nam adalah nama mess untuk anak PKL). Oke di sini, buka puasanya ya bareng temen-temen PKL. Buka puasanya empat sehat terlalu sempurna. Aku bisa comot apa saja, secara prasmanan sih. Hih. Bikin gendut kan. Ta'jil disediain, Makanan inti ya ada sup, ayam, ikan, sayur macem-macem. Buah juga disediain. Mau minum susu, teh, kopi, sirup, air putih juga tinggal bikin disediain. Daaaan ada mesin es krim lho. Bisa ambil es krim sesuka hati :D
Kalo dilihat dari menu, memang lebih mantap buka puasa di Bontang ya, tapi apa enaknya sih kalo gak bareng keluarga? 

Solat teraweh
Surabaya:
Solat teraweh bareng mama dan mbak. Kami jalan bareng ke Mushola Al-Muhajirin. Kalo pulang, mesti nunggu papa ketemu di persimpangan jalan. Lalu kami pulang bersama. Nyaaaaaah.

Bontang:
Tentu aja sama temen-temen. Pergi ke masjid naik bis, men! Oke kesannya kami terlihat malas. Jarak mess ke masjid itu kek dari Kampus C ke Gor Bulu tangkis yang deket Galaxy Mall itu. Terkesan jauh kan kalo jalan kaki, tapi keterlaluan dekatnya kalo sampe naik bis. Hahaha.

Sahur
Surabaya:
Aku tipe orang yang gampang tidur, dan susah bangun. Alias ngebo. Kalo sahur, pasti dibangunin mama. Suara mama adalah alarm terbaik. Jadilah aku tak perlu khawatir telat atau gak sahur.

Bontang:
Dibangunin alaaaaareeeeeeeeem. Alarm hp. Kadang gak mempan, akhirnya kesiangan terus gak sahur. Okelah sahur itu hukumnya sunah, tapi kalo puasa wajib kek ramadhan kini kan ya males kalo gak sahur. Aku jomblo pula. Hih. Akhirnya temenku, Tia dan Iva, gak pernah absen gedor pintu kamar dan menyebut namaku sampe aku bangun. Hehehe.

Tadarus:
Surabaya:
jujur aja sih, aku gak pernah tadarus di Surabaya .____.  nakal ya :(

Bontang:
aku tadarus lhoooo :)) biasanya pas nunggu buka dari jam lima sampe setengah tujuh. Oh ya, ini waktu indonesia bagian tengah ya, jadi lebih cepet sejam. Terus lanjut tadarus pas khotbah teraweh. Kenapa tadarus? mungkin ini obat biar gak kangen rumah.

Takbiran
Surabaya:
kagak pernah takbiran, kecuali pas masih jadi santriwati cilik yang cantik. Cuma nonton tv di rumah, atau sibuk chatting ngucapin mohon maaf lahir dan batin.

Bontang:
takbiran dong, keliling Bontang pake mobilnya andik pastinya. Di sini terasa banget feel takbirannya. Setelah takbiran, berhenti buat makan, terus keliling lagi. Dan sampe mess jam setengah satu dini hari. Waktu itu hujan deras.

Idul Fitri
Surabaya:
Hari pertama Idul Fitri kami sekeluarga pulang ke Madura (eits, eyang orang sby kok, cuma tinggal di Madura aja). Semua ngumpul, salam-salaman, ngobrol ngalor-ngidul, makan ini-itu. Ah enak pokoknya. Terus hari kedua, kami sekeluarga unjung-unjung ke rumah tante, om, pakde, dkk sambil makan (lagi). Yah, tradisi yang menyenangkan, apalagi kalo dapet salam tempel. Hehehe

Oke, ini bagian yang aku gak suka. Kami mahasiswa PKL yang gak bisa pulang karena periode PKL belum selesai, mau gak mau ya lebaran di sini. Kami melakukan solat Id di GOR PT Badak bareng karyawan dan keluarganya. Setelah solat Id kami kembali ke mess. Dan apa yang kami lakukan, gaes? Telepon. Ya, sibuk menelepon keluarga. Aku pun demikian. Kami mencari posisi menyendiri dan nyaman untuk komunikasi. Daaan pas aku telepon papa, aku nangis. Suwumpah aku kangen sama laki-laki satu ini. Kemudian hp papa dipindahtangankan ke mama, mas, mbak, kemudian adek. Mereka lebaran bersama tanpa aku :|
 Tapi, lebaran di lingkup PT Badak juga gak kalah enak. Hahaha. Setelah solat Id, GM (General Manager) ngadain open house. Semua boleh bergabung, termasuk kami. Dan selayaknya open house, kami bisa makaaaaaaaaaaaaaaan sepuasnya sampe tumpeh-tumpeh. Jadi, kalo ke sana, perut harus kosong melompong dari makanan berat. 
Setelah puas makan besar, kami memutuskan untuk kembali ke mess. Kami nggak ngerti mau kemana! Dan jadilah aku tidur siang di mess. Oke, ngenes kan, semua orang asyik berkumpul sama keluarga, eh aku malah tidur siang.
Hari kedua lebaran. Kami main golf dan foto-foto. Kurang kerjaan kan. Terus siangnya ke rumah karyawan. Unjung-unjung gitu lah.Ya akhirnya kami berprinsip bahwa karyawan juga keluarga kami. Nyebelinnya hujan, dan gak bawa jas hujan. Jadilah mamel-mamel gitu. Gak ada salam tempel ternyata. Hiks
Oh ya, di tradisi lebaran di Bontang itu unik lho. Tiap rumah, pasti ada cheese cake  dan blackforest. Aku sampe bosen ngeliatnya.

Jadi itulah pengalaman yang aku rasain bulan puasa gak bareng keluarga. Hambar. Tapi ya disyukuri sajalah, toh aku juga menemukan "keluarga" baru di sana :)

Marhaban ya Ramadhan
Mohon maaf lahir dan batin
Happy Fasting :*









2 komentar:

Aku menunggumu, gadis fisikaku

18.30 Putri Dewayanti 0 Comments

Dear, gadis fisika...

Lex I: Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.

Jangan kira aku bisa mengartikan kalimat itu dengan sempurna. Aku payah dalam hal ini. Aku hanya googling "Hukum Newton I" dan kalimat itulah yang keluar. Dan jangan kira aku tertarik dengan fisika, karena aku bukan Newtonian sepertimu. 

Gadis fisika, pernahkah kamu berpikir bahwa tidak bisa melupakanmu termasuk hukum Newton I? Oh ayolah, jangan berpikir seperti yang di buku-buku, yang hanya memberikan contoh klasik orang akan terdorong saat bis mendadak mengerem. Eh maaf, kamu jangan tersinggung ya gadisku. Eh maaf lagi, mantan gadisku.

Itulah yang kurasakan, gadis fisika.
Aku adalah sebuah massa yang tetap dengan kesetiaan konstan tidak bisa melupakanmu. Resultan gaya melupakanmu nol. Aku masih mencintaimu, gadis fisika.

Lucu ya, aku yang tak tahu menahu fisika bisa berpikir seperti ini. Mungkin dirimu lah yang menginspirasi.

Gadis fisika,
Bisakah kita menerapkan hukum Newton III kembali? Saat aku memberikan gaya kepadamu, engkau akan membalasnya dengan besar gaya yang sama. Sama indahnya, sama menggebunya. Mampukah?

Aku menunggumu, gadis fisika(ku).



- Aditya Hadinata -

0 komentar:

Surat untuk Papa

13.11 Putri Dewayanti 0 Comments

Papa...
Hari ini aku sengaja meluangkan waktu sejenak untuk menuliskan surat untuk Papa. Melihat usia Papa yang semakin menua dan rambut yang telah memutih, aku ingin mengungkapkan sesuatu kepadamu, Pa. Oke, dimulai setelah paragraf ini ya, Pa...

Papa...
Sampai dengan detik ini, Papa masih semangat bekerja. Ntah pagi, siang, bahkan tengah malam, Papa tidak capek sama sekali mencari nafkah. Hanya demi kami, keluargamu, bisa tidur nyenyak di kasur yang empuk. Aku masih ingat dulu, aku minta digendong setelah Papa pulang kerja. Rasanya kangen gitu.

Papa...
Meskipun Papa sibuk dengan pekerjaan, Papa selalu meluangkan waktu mengantarku ke sekolah, bahkan sampai aku kuliah. Mungkin terkesan lucu ya, sudah anak kuliahan kok masih diantar Papa. Tapi, inilah trikku supaya bisa menghabiskan waktu bersamamu, Pa. Hehe, maaf ya, Pa. Terkadang aku kasihan melihat Papa yang masih mengantarku ke kampus terus baru berangkat kantor padahal jarak keduanya sangaaat jauh. Anehnya, justru ini yang bikin Papa senang.

"Papa bosan di kantor, mending nganterin kamu aja," kata Papa.

Dan ketika aku membalas, "Aku naik angkot aja, Pa. Papa istirahat aja."

Papa langsung berkata, "Nggak capek. Siang maupun malam, Papa siap nganterin kamu kemana saja. Inget lho ya, hp Papa ini stanby 24 jam. Kamu tinggal telepon Papa."

Ketika Papa berkata seperti itu, sungguh aku ingin nangis, Pa. Papa terlalu baik.

Kebaikanmu tidak cukup sampai di situ, Pa. Aku masih ingat bagaimana caramu mengajarkanku naik sepeda pancal, menyapu dan mengepel rumah, dan kegiatan lainnya. Oh iya lupa, papa tidak mengajariku, lebih tepatnya memberi contoh. Papa tidak pernah menyuruhku, tapi Papa mempraktikkannya, memberi contoh. Sampai aku menyadari bahwa aku harus menirumu, Pa.

Papa...
Akhirnya aku menyadari betapa banyak yang Papa berikan padaku. Terima kasih ya, Pa. Papa adalah laki-laki terbaik yang aku punya.

Dan ketika ada laki-laki lain yang akan menggantikan posisi Papa, Papa jangan bersedih, ya. Aku tahu Papa pasti tidak rela gelar "laki-laki terbaik" akan menjadi milik laki-laki yang baru kukenal. Tapi, Pa, aku yakin, laki-laki ini akan membimbing diriku sama hebatnya sepertimu, Pa. Aku berjanji.

Aku mencintaimu, Papa..


 Putri kecilmu,
- Angsukma Putri Dewayanti - 


0 komentar:

ITL 2010: Kalian Berharga Banget :*

23.33 Putri Dewayanti 6 Comments

Alhamdulillah akhirnya bisa ngeblog lagi setelah sibuk nyekripsi senin sampe jumat. Berhubung saya mahasiswa tingkat dewa eh, akhir maksudku, kali ini saya akan menulis tentang keluarga saya, ITL 2010 :*

Okelah kalo kau tak mengerti ITL itu apa. ITL itu nama jurusan saya, Ilmu dan Teknologi Lingkungan, yes. Ada di Fakultas Sains Teknologi Unair. Jangan gagal paham lagi, ya gaes?!

ITL 2010, sebuah keluarga sederhana, dan menurutku, ini keluarga 'bukan gen' terbaik yang aku punya. Beneran nah! Aku nggak nyangka bakal belajar di sini, bertemu kalian. Well, awalnya aku nggak minat kuliah di sini, maklum bukan keinginan. Waktu itu ngebet banget kuliah di FK UI sih. Hahaha. Tapi Tuhan punya rencana terbaik, bukan? Aku dipertemukan kalian! Kalian lah yang bikin aku survive di sini.

ITL 2010, yang satu angkatan nggak ada rajin-rajinnya (kecuali Amin), punya prestasi yang membanggakan juga kagak, dicap angkatan paling nakal, susah diatur, jarang merhatiin dosen, banyak tingkah, bikin kesel dosen, daaaan masih banyak lagi kekurangan kami.

But, I really don't care...

Jujur ya, kalian itu bisa banget...
bikin aku yang dulunya pendiem dari SD sampe SMA jadi rame n rusak kek gini,
bikin aku ketawa ngakak nan lebar tanpa malu-malu diliat orang,
bikin aku sering pulang malem  (bersama kalian itu berharga banget),
bikin aku teriak terus ngamuk-ngamuk,
bikin harga diriku habis sampe gak ngerti mo beli harga diri dimana lagi
bikin aku ngerasa bodoh, hahaha,
bikin aku ngerasa jadi boss :p

Truly,  kalian itu berharga banget!

Oh ya, deskripsi kalian, ada di gambar ini :)


menggalau selalu: setuju banget kan kalo Mega(lon) juaranya?!
tanding pes + suporter: rama, iju, bang qorik, aan, hangger
menggila: umaaaaaar
syok berat: hahaha romdon dan vegaa syok liat umaar
(yang kek bapak-bapak): ajiiik
bengong: adhaa, meitaa, dan mayaaa
nunggu di kantin: emaak, faay, aniiis (hobinya maem semua nih)
nggosip, ngobrolin artis korea, atau ngobrolin kakak angkatan yg ngganteng2: ya gak ada tandingannya si tiva, tantee, danii, detaa..
tetep belajar broooh: amin dan hanya amin. satu-satunya yg paling rajin di angkatan kami. yg juga lulus duluan
zzz....: hahaha, ini mah aku (aang) dan adaam pastinya. ratu tidur dan raja tidur. baru duduk, lima menit udah pules

oiya, yang namanya nggak kecantum jangan ngambek ya :D
kan di foto orang2annya nggak sebanyak angkatan kita.
makasih ya gaes kalian udah jadi bagian dari perjalanan saya.
dan maaf kalo aku sering bossy ke kalian. hahahaha

Truly,  kalian itu berharga banget!

6 komentar:

Tips Biar Gak Nyesel Salah Beli Buku

19.00 Putri Dewayanti 0 Comments

Sering kali kita salah beli buku gegara asal ambil atau gak paham baca sipnosisnya atau semacamnya. Well, rugi banget kan kalo sampe salah beli, apalagi harga buku sekarang gak kek harga kerupuk. tengok dompet. Oke, kali ini aku kasih tips-tips ketje biar kalian gak salah beli buku. Check this out!


Liat kovernya dong
Sering nggak sih kita denger quote "Don't judge book from its cover"? Menurutku pernyataan itu gak sepenuhnya bener sih. Secara pandangan pertama itu harus terlihat menggoda, menawan, dan dibeli deh. eaa, bahasaku. Logikanya ya, kalian kalo ketemu orang yang kucel, juga ehem, ilfeel gitu kan ya. Sama kek kalian ketemu buku. Bagiku kover menjadi salah satu tips yang patut dipertimbangkan.

Baca sipnosisnya
Ini penting banget nah. Eh tunggu, kalian ngerti sinopsis kan? ditimpuk pembaca. Itu tu tulisan yang ada di belakang kover, semacam kek spoiler dikit gitu. Nah, kalian bisa ngerti bagus dan tidaknya buku dari sinopsis ini. Bisa jadi bagus dan tidaknya sinopsis karena ceritanya bikin inget mantanmu. Atau kamu yang lagi selingkuh. kabur. Atau bisa jadi ceritanya ngena banget sama kamu yang lagi kejebak friendzone terus gagal move on. lari kenceeeng.

Lihat penulisnya
 Kalian tahu nggak siapa penulisnya? penulis pemula atau penulis yang udah punya track record? Tips ini yang sering jadi pertimbanganku. Kalo aku udah ngerti siapa penulisnya, aku langsung ambil tu buku tanpa merhatiin kover, sinopsis, dan harga. Langsung ambil weees. Tau-tau shocking aja pas mbak mas kasir nyebutin total yang mesti aku bayar. nangis.
Kalo kalian nggak ngerti sapa-sapa penulis ketje itu, kalian bisa tanya temen yang hobi baca buku. kek aku gini.

Search info bukunya
 Udah banyak review buku yang hadir di situs internet. Kalian tinggal googling, udah nemu deh buku apa yang kalian cari. Biasanya aku cari info buku di goodreads.com. Isi situsnya lengkap, mulai dari info buku paling update, penulis ketje, dan lain-lain.





0 komentar:

Kok Bisa Suka Baca Sih?

22.46 Putri Dewayanti 0 Comments

Pertama-tama, aku pengen jelasin mengapa kok aku pengen menulis dengan judul seperti itu. Alasannya karena lingkungan sekitarku. Di keluargaku, yang punya hobi baca cuma aku, yang lain jarang banget membaca. Membaca kalo ada kewajiban semacam tugas. Temen-temen kampus demikian, heran liat aku yang duduk anteng baca buku. Kalo menurutku membaca adalah suatu kebutuhan. So, gimana aku bisa mulai? Witing tresna jalaran saka kulina. 
bukuuuu (sumber: npr.org)

Aku suka membaca buku pas masih imut-imut *'.'*
          Masa-masa imut itu maksudnya pas SD. Pas itu, aku belum jadiin membaca sebagai hobi, tapi cuma sekadar isi waktu luang. Dulu suka banget baca komik dan Goosebump. Komik Detective Conan dan Detective Kindaichi ituu yang favorit banget. Ngerti ada komik itu dari Mas Anggoro yang minjem dari temen-temennya. Akhirnya aku nyewa di rental komik.
        Kemudian, kebiasaan ini jadi hobi sejak masuk SMP. Di perpustakaan SMP, ada buku-buku novel sejenis teenlit, roman, dan fantasi (lupa lengkapnya). Dulu, aku rajin banget pinjem novel Harry Potter berturut-turut dari yang kesatu sampe yang kelima (yang terbaru pas itu baru yang kelima). Awalnya mikir bisa gak ya aku baca buku segedhe gaban kek Harry Potter yang kelima? Hahaha. Ternyata aku bisa ngabisin itu buku selama lima hari. Well, waktu itu bangga banget bisa baca buku setebel itu dengan waktu yang sesingkat itu. Jadi ceritanya pas itu, tiap hari bawa novel itu di ransel sekolah. Pas berangkat aku baca, sebelum masuk kelas baca, guru belum dateng aku baca, pulang ke rumah aku baca. Hahaha, pokoknya selama aku baca Harry Potter yang kelima itu aku nggak ngelakuin kegiatan lain (kecuali makan, tidur, dan buang air, sik). Baca komik masih jadi priority, terutama Naruto dan Detective Conan pas waktu itu baca gratis (disuplai dari Mas Anggoro).
         Lanjut ke jenjang SMA. Sempet dibuat syok gegara perpus SMA kagak ada novel. Astagaa, isinya buku pelajaran dan segala yang berhubungan ma itu -_-. Mengerikan memang. Akhirnya yang aku baca buku-buku pengetahuan kek bukunya Harun Yahya, terkadang aku iseng baca buku kimia dan biologi yang biasa dipake anak kuliah. Tauk deh kenapa aku doyan buku begituan. Beruntungnya, aku punya temen yang koleksi novel teenlit. Hahaha..aku pinjem deh. Maklum, dulu aku gak ada modal buat beli novel. Mesti nabung dulu buat beli novel yang seharga tiga puluh ribuan itu.
          Pas kuliah, hobi membacaku makin membabi buta aja. Apalagi pas kuliah udah ngerti caranya cari duit. Hehehe, awal bulan langsung nyetok deh. Aku lebih milih hambur-hamburin uang buat beli buku daripada beli baju. Serius. Dan alhamdulillah, aku juga join Klub Buku Indonesia dan Klub Buku Surabaya yang bikin aku makin suka dengan dunia baca. Secara, aku ketemu dengan komunitas yang punya pemikiran dan hobi sama kek aku.


Aku lebih suka baca buku fiksi daripada nonfiksi 
Seringkali aku dapet cemooh kalo buku-buku fiksi yang aku baca gak ada bobotnya sama sekali.
Contohnya nih ya, kek mamaku, yang mesti ngomel tiap aku pulang dari toko buku.
 "Beli noveeeel ajaaaa, beli buku kuliah sana lhooo..."

Dosenku juga sering ngomel:
"Aaaang, jangan baca novel teruuus, buku kuliahnya ya juga dibacaaaa..."

-_______________- ngebetein kan?

      Lalu, kenapa aku lebih suka baca buku fiksi? Ini semata-mata buat otak kananku aja biar bisa berimajinasi seliar-liarnya. Bayangin aja ya, dari SD sampe kuliah, belajarku cuma dijejali buku-buku matematika, fisika, kimia, dan biologi. Apalagi pas kuliah, hadeeeeh rumus bernoulli, rumus reynold, reaksi koagulasi flokulasi, dan blablablabla. Mampet kalo yang dibaca beginian terus. Memang buku-buku sejenis ini sangat nyata memberi ilmu pengetahuan, tapi stagnan, nggak bisa diutak-atik. Contohnya kek gini, dari dulu sampe sekarang, rumus bernoulli ya itu aja, maksudku nggak mungkin kan aku ubah rumusnya seenak jidat sesuai imajinasiku?
       Terlalu sering menghadapi buku-buku nonfiksi kek buku sekolah dan kuliah bikin aku haus buku nonfiksi. Dengan baca buku nonfiksi, imajinasi bisa main seliar-liarnya. Misalnya ya, di novel itu diceritakan tentang kapal pesiar. Nah, aku kan bisa seenak jidat bayangin bentuknya kapal pesiar kek apa, warnanya gimana, pintunya gimana, buritannya gimana. Suka-suka dong. Lalu sapa bilang buku nonfiksi gak berbobot? Kalian tau gak sih, aku ngerti bahasa spanyolnya "Selamat Pagi" itu "Buenos dias" dari novel Putri Hujan dan Kstaria Malam punya Sitta Karina. Aku ngerti singkatan CIA, Interpol, FBI itu dari novel Golden Bird punya Luna Torashyngu. Aku ngerti transportasi umum di Paris itu namanya "Metro" dari novel Autumn in Paris punya Ilana Tan. Oke, kalo aku bahas contohnya terus, bisa banyak banget postingan ini. Berbobot atau tidaknya buku itu ya tergantung dari pembacanya aja sik, mereka ngerti apa kagak dengan apa yang disampaikan buku itu, mereka bisa apa kagak mengambil makna dari buku itu. Just simple like that. Jadi gini lho, sodara-sodara sebangsa dan setanah air, buku apapun yang kalian baca itu semua berisi ilmu pengetahuan. Berbobot atau tidak, baik atau tidak, itu tergantung dari kalian yang menilai. Cuma masalah selera aja.


Gimana caranya biar suka baca?
Eh apa ya? Ditanyain gitu aku gak ngerti. Tapi aku punya quote kece yang bikin termotivasi untuk terus baca buku.

Kalau kamu ingin mengenal dunia, membacalah!

       Aku lupa quote itu bikinan sapa. Bukan aku pastinya, hehe. Iya, kalo kalian pengen kenal dunia, ya baca. Kalo kalian pengen tahu Papua, ya baca buku tentang Papua (kalo kalian bisa ke sana ya gapapa sik). Mulainya gampang kok! Kalian bisa baca apa saja yang ada di sekitar kalian, kek papan jalan, tulisan di baliho, koran, majalah, atau komik, atau yang banyak gambarnya deh. Aku sering denger pendapat orang yang gak suka baca buku. Rata-rata alasan mereka karena mereka gak kuat baca tulisan kecil-kecil, berderet-deret, berlembar-lembar dan cuma hitam putih. Makanya aku saranin kalian baca komik, majalah, atau semacamnya yang ada gambarnya. Alasan lainnya itu membaca bikin ngantuk. Aku akuin iya sih. Hahahaha. Aku sering kok baru baca dua halaman, udah merem duluan. Duduk merem sambil pegang buku (kek orang pinter gitu :p). Tapi aku juga sering kok duduk seharian pegang buku. Betah-betah aja sik. Biar gak ngantuk, biasanya aku baca novel sambil ngopi. Kalau lagi gak mood sama kopi, biasanya aku nyediain air putih di kamar. Lumayan itu buat tombo ngantuk.

0 komentar:

Terima Kasih Banyak, Hei May! :)

23.01 Putri Dewayanti 0 Comments

Alhamdulillah, Mei telah usai. Banyak banget kejadian yang sudah dialami dibulan kelima tahun 2014 ini. Susah, senang, galau campur aduk jadi satu. Biar menjadi kenangan (ceilah), ada baiknya aku tulis lagi di blog ini. Suka-suka kan ya, kan gueh yang punya blog! :p

  1. Jajan novel: Surat untuk Ruth dan Milana karya Bang Bara, Antologi Rasa karya Ika Natassa, dan Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono.
  2. Penelitian skripsi saya DONE (setelah galau analisis di lab) Alhamdulillaaaaah.
  3. Aku, Vega, dan Retha ngasih kejutan small party ulang tahun Meita. Happy Birthday, honey :*
  4. Mega diceburin di kolam FST dua kaliiii. Happy Birthday too, honey :*
    HBD megaa. dari kiri ke kanan: wanto, rama, ogis, mega, romdon, dan aku
  5. Amin adalah teman satu angkatan saya yang kali pertama meraih gelar Sarjana Teknik Lingkungan. Congrats guy!
  6.  Tamat baca novel Surat untuk Ruth. Wusssss.
  7. Talk show Surat untuk Ruth bersama Bang Baraaa di Gramedia TP (ada yanet yang  mau nemenin). Biar gak hoax, niiih aku kasih fotonyaa.
    talk show Surat untuk Ruth. hahaha, suka deh
  8. Kali pertama ke Konjen Amerika. Aku dan Pak Riski nemenin Mrs. Carlietta n fams rapat. Sayangnya, aku cuma stay di sekuriti. Eh nggak sembarang orang lho bisa masuk sini. Aku duduk ngadem di sekuriti ini setelah dapet izin dari tiga atasan (ebuset dah). Yang paling berkesan, sempet-sempetnya aku salaman dengan humasnya konjen. Eeerrrr. Beliau ganteng, putih, tinggi banget, pake kaca mata, dan ramah. Bule favorit nah!!!
  9. Tamat baca novel Antologi Rasa, Milana, Cintaku di Atas Perahu Cadik, dan Golden Bird Ultimate.
  10. Makan bakso di Cak No bersama Meita, Retha, dan Vega.
  11. Makan es krim dan bulgogi di GM bersama Mega.
  12. Ngumpulin bab IV ke Bu Nuriiiii. YES.
  13. Bu Nuri, dosen waliku, dosen pembimbing skripsiku, dosen yang paling tjantik, menikah di bulan ini dengan Pak Hilman. Selamat ya, Bu. Kalo anaknya cewek, semoga mirip SAYA.
    resepsi bu nuri bersama keluarga besar Ilmu dan Teknologi Lingkungan
  14. Kali pertama ke Kantor Pos Kebon Rojo bersama Pak Riski dan Mrs. Carlietta. Kami mau ngambil paket dari Amerika.
  15. Mbolang ke Museum Angkut, Batu. Naik kereta dari Gubeng, turun di Stasiun Malang, naik AGL turun Terminal Landungsari, dan naik angkot kuning langsung turun depan museum. Oh ya, aku mbolang bersama Aji dan Mega. Ceritanya dialay-alayin kek 5 cm. Aku jadi Reline (huahahaha), Aji jadi Junot (iuuuuh), dan Mega jadi Pevita (??).
museum angkut. mega dan aku (aji yang foto)

Yes, that was i've done in May. Hope June better. Welcome June :)

0 komentar: